Angkasa Pura 2

Dampak Dibukanya Tol Cipali Bagi Lalu Lintas Pantura

KoridorSabtu, 18 Juli 2015
Pantura H-1 Lebaran

CIKAMPEK (beritatrans.com) – Sehari menjelang Lebaran (H-1), Jalan Simpang Tiga Mutiara, Jomin, Cikampek biasanya selalu padat arus mudik dari arah Jakarta menuju Cirebon dan Jateng melalui Jalur Pantura, Karawang, Kamis (16/7/2015) siang pukul 10:30 terlihat lengang.

Sepinya jalan menuju Pantura, merupakan dampak langsung dibukanya Tol Cipali, pada 14 Juli 2015 lalu. Sejak pintu gerbang Tol Kopo, menuju Cikampek maupun Jatisari, terlihat hanya ramai dilalui kendaraan sepeda motor, sedangkan kendaraan mobil pribadi maupun bus angkutan umum lainnya permenit terlihat hanya satu atau dua kendaraan yang menggunakan jasa jalur ini menuju Pantura, Jateng.

Mulai dari Cikopo sampai Kota Cikampek. Jalur ini terlihat seperti bukan menjelang lebaran atau menjelang libur nasional, Idul Adha dan liburan Natal dan Tahun Baru. Jalur ini benar-benar menjadi sepi dari arus mudik yang datang dari Jakarta menuju Pantura, begitu juga arus kendaraan dari arah Pantura menuju Gerbang Tol Cikampek.

Bahkan petugas di Simpang Tiga Mutiara. maupun Simpang Tiga Jomin, Cikampek, Kota Baru, kemarin (Kamis (16/7/2015) siang), pukul 10:30, terlihat santai. Mereka hanya duduk-duduk di Pos Pengamanan, tidak seperti yang telah terjadi sejak belasan tahun lalu, sejak mulai H – 5 sampai H-1 dinihari, petugas kepolisian maupun instansi terkait lainnya di Wilayah Hukum Polres Karawang, Polres Purwakarta dan Polres Subang.

Mereka dibuat sibuk mengatur lalu lintas di dari Gerbang Tol Cikampek, di Simpang Tiga mutiara, Jomin, Jalur Pantura sampai perbatasan Indramayu dan Jalur Selatan Purwakarta, Subang sampai perbatasan Indramayu. Mereka sampai buka puasa dan sahur bergiliran, mengatur arus mudik dari mapun arus balik.

DITINGGALKAN

Pada waktu itu, karena saking padatnya arus lalu lintas menjelang lebaran ini, POLRI sampai harus memasang camera CCTV di sudut Jalan Pertigaan Mutiara dan Simpang, Jomin serta di sekitar Gerbang Tol Cikampek dengan tujuan untuk memantau dan mengendalikan arus menjelang lebaran maupun pasca Lebaran.

Inilah yang menjadikan dua titik rawan kemacetan menjelang Lebaran di Kabupaten Karawang ini. Kini awak media, peliput arus mudik dan arus balik dari media cetak maupun media elektronik tak lagi menjadikan dua titik rawan kemacetan tersebut menjadi target untuk liputan khusus mudik Lebaran pada tahun 2015, ya memang karena jalur ini sekarang lengang dan sepi, apa yang harus dipantau.

Dampak lainnya setelah beroperasinya jalan Tol Cipali yang merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia yang membentang sejauh 116.75 Km lebih dari mulai Cikopo sampai Palimanan, sekarang ini jalan Ir.H. Juanda dan Jendral Sudirman di Kecamatan Cikampek, juga menjadi lengang dan sepi.

Diperkirakan terjadi perubahan hampir 95 persen dari sebelum dibukanya Tol Cipali. Tentunya menjadi kegembiraan bagi warga Kecamatan Cikampek, Kota Baru dan Kecamatan Jatisari, yang mesarakan dampak terjadinya kemacetan arus lalu lintas sejak 1988, setelah beroperasinya Jalan Tol Cikampek.

Kedua jalur ini setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, kena imbasnya terjadi kepadatan arus di dua jalur ini, terutama akibat kemacetan di sekitar jembatan layang Kota Cikampek, menjadi padat dan semrawut arus lalu lintas. Adanya pedagang kaki lima, angkot, becak, ojek motor dan kendaraan umum lainnya “ngetem” di sekitar jembatan layang, juga dua pintu kereta api dan pasar menjadikan Kota Cikampek benar-benar semrawut.

BISA GULUNG TIKAR

Dampak lainnya setelah beroperasinya Tol Cipali, beberapa pedagang asongan, pedagang kaki lima sampai rumah makan yang ada dari mulai gerbang Tol Kopo sampai Pantura Karawang menyatakan, omset penjualan dagangannya menurun tajam.

Beberapa pedagang asongan di sekitar gerbang Tol Kopo pedagang kaki lima dan rumah makanan siap saji, mengatakan mereka sepertinya bisa jadi gulung tikar. “Sejak dibuka Tol Cipali, dagangan saya tidak pernah habis terjual, bahkan sisa dagangan selalu saya bawa lagi pulang, untuk dijual besoknya.padahal sebelum ada Tol Cipali, bisa dua kali pulang ke rumah untuk mengambil dagangan lagi, ” ungkap Somad, 26, pedagang lontong dan tahu goreng biasa jualan di bus jurusan Jakarta – Cirebon, begitu juga diungkapkan Rahmat, 35, pedangang kaki lima yang menjual makanan siap saji, tidak jauh dari gerbang Tol Kopo ke arah Cikampek.

Berdasarkan prediksi dan pengamatan penulis, dampak beroperasinya Tol Cipali ini, akan terjadi seperti baru beroperasinya Jalan Tol Cipularang (Cikampek, Purwakarta, Padalarang) pada 26 April 2005 lalu, “membentang” sepanjang 41 Km dari mulai gerbang Tol Kalihurip, Dawuan, Cikampek sampai Padalarang, Bandung Barat.

Pedagang kaki lima, pedagang oleh – oleh maupun pedagang yang berada di sepanjang jalur mulai gerbang Tol Kopo – Cikampek sampai Padalarang, banyak yang menghentikan kegiatan usahanya. Diantarara mereka yang modalnya cukup terpaksa harus menyewa kios maupun toko yang berada di rest area yang dibangun di beberapa titik di jalur Cikampek ke arah Bandung juga direst area dari arah Bandung menuju Cikampek.

Dampak seperti itulah, diprediksi akan terjadinya bagi pedagang yang berada di Jalur Pantura, Karawang sampai perbatasan Palimanan, Cirebon. Sedangkan sadah satu dampak positifnya, jalur ini yang biasanya padat pada waktu menjelang lebaran dan liburan nasional lainnya, akan menjadi lancar, karena hanya akan banyak dilalui sepeda motor pemudik maupun arus balik.(nourkinan/hel)

loading...