Angkasa Pura 2

Kemenhub: Jumlah Korban Kecelakaan Saat Arus Mudik 2015 Turun Signifikan

Dermaga Emplasemen KoridorSabtu, 18 Juli 2015
Barata_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Posko Angkutan Lebaran 2015 Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas darat sampai H1 Lebaran tahun 2015 turun signifikan dibandingkan periode sama tahun 2014. Meski jumlah korban kecelakaan di jalan raya paling tinggi dibandingkan korban kecelakaan moda transportasi lainnya.

Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan JA Barata kepada pers di Jakarta, Sabtu (18/7/2015) data Korlantas Polri menyebutkan, korban meninggal dunia pada H1 Lebaran tahun 2015 sebanyak 53 orang dan tahun 2014 tercatat sebanyak 310 orang.

Korban luka berat pada H1 Lebaran tahun ini, lanjut Barata, hanya 87 orang dan tahun lalu tercatat 465 orang. “Semua itu tak lepas dari kerja keras seluruh aparat di lapangan baik Kemenhub, Polri, Dishub, Satpol PP dan seluruh pihak terkait,” jelas Barata.

“Jumlah kasus kecelakaan di jalan raya juga lebih kecil, yaitu 247 kasus di H1 Lebaran 215 dibandingkan periode sama tahun 214 sebanyak 1.396 kasus tahun lalu,” kata Barata.

Masih menurut data Kemenhub, jumlah korban kecelakaan kereta api (KA) selama arus mudkk Lebaran 2015, yang meninggal dunia hanya 11 orang. Pada tahun 2015, mdoa angkutan KA tak ada puncak arus mudik Lebaran, karena tiket sudah dijual H-90 dan semua yang datang ke stasiun KA dipastikan sudah memiliki tiket yang resmi.

“Mereka (korban kecelakaan KA) itu masing-masing tanggal 2 orang pada tanggal 3 Juli 21015 dan 1 orang pada tanggal 4 Juli 2015 dan terbaru 4 orang meninggal dunia tanggal 16 Juli 2015,” sebut Barata.

Sementara, untuk moda angkutan laut yang paling kecil terjadi kecelakaan, yaitu sampai H1 Lebaran hanya terjadi 4 kasus kapal tenggelam dengan 4 korban jiwa.

Kendati begitu, harus diakui, moda transportasi laut juga paling kecil mengangkut dan menangangi arus mudik Lebaran tahun 2015. Sampai H1 Lebaran, jumlah penumpang kapal laut masih dibawah 1 juta orang.

Mereka para penumpang kapal itu terkonsentarsi di beberapa pelabuhan seperti Batam, Belawan, Tanjung Balai, Tanjung Priok, Tanjung emas, Tanjung Perak, Sambit, Kumai, Banjarmasih, Balikpapan dan Makassar. “Selain itu, jumlah penumpang kapal tak terlalu signifikan dan bisa dilayani dengan kapal Pelni dengan baik,” tegas Barata.(helmi)