Angkasa Pura 2

Polri: Turun Jumlah Laka dan Korban Meninggal Dunia Selama Arus Mudik

Aksi Polisi KoridorMinggu, 19 Juli 2015
laka sepeda motor

JAKARTA (beritatrans.co) – Sebanyak 53 orang meninggal dunia di jalan karena menjadi korban kecelakaan pada Hari Lebaran 2015 pertama, Jumat (17/7/2015) kemarin. Jumlah itu menurun drastis dibandingkan periode sama tahun 2014 lalu.

Selain itu, kerugian secara material juga menurun cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. “Total jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp746.450.000,” kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Suharsono di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan selama Lebaran pertama 2015 ā€ˇterjadi 247 kecelakaan yang mengakibatkan 53 korban meninggal dunia, luka berat 87 dan luka ringan 350 orang.

Suharsono melanjutkan lokasi paling rawan kecelakaan yakni di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Sementara itu untuk gangguan kamtibmas ada 49 kejadian, dengan lokasi paling rawan di Polda Jatim, Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah.

Jika di total, sepanjang Operasi Ketupat 2015 mulai Kamis (9/7/2015) hingga Hari Lebaran pertama, Jumat (17/7/2015) terjadi 1739 kecelakaan, mengakibatkan 350 korban meninggal dunia, 618 luka berat dan 2156 luka ringan.

Kepadatan Lalin Masih Terjadi

Kendati begitu, kepadatan bahkan kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dilalui arus mudik di Jawa Barat da Jawa Tengah masih terjadi. Hal itu terjadi karena volume kendaraan yang melintas memang lebih besar dibandingkan kapasitas jalan yang ada. Meski diakui, menjelang mudik Lebaran 2015 Tol Cipali sudah dioperasikan.

Posko Angkutan Lebaran Nasional 2015 di Kementerian Perhubungan mencatat, saat puncak arus mudik Lebaran atau H-3 dan H-2 Lebaran lalu kemacetan terjadi menjelang pintu tol Palimanan dan pintu Tol Pejagan. Selanjutnya, ruas jalan mulai Brebes-tegal-Pemalang sampai Semarang padat merayap.

Sementara, di jalur pantai selatan Jawa (Pansela) kepadatan justru terjadi setelah Lebaran, mulai H1 samai H2 Lebaran kemarin. Ruas jalan nagrek menuju Garut dan Tasikmalaya dilaporkan padat merayap bahkan para pengguna kendaraan sampai mematikan mesin kendaraan karena macet total.

Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata Sabtu (18/7/2015) malam melaporkan, api pada H2 Lebaran arus penumpang yang paling besar menggunakan jasa kereta api (KA) yang mencapai 163.000 lebih. Selanjutnya disusul moa angkutan udara yang mencapai 109.000 lebih dan disusul moda angkutan jalan raya dan penyeberangan. (helmi/tribs)