Angkasa Pura 2

2015, Kementerian PUPR Lelang 93% Proyek Infrastruktur Di Tanah Air

KoridorSenin, 20 Juli 2015
Basuki_Hadimuljono

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melelang 93% paket kontrak pekerjaan infrastruktur di kementerian pimpinan Menteri Basuki Hadimuljono ini. Berbagai proyek infrastruktur mulai jalan tol sampai bendungan sudah dilelang dalam peridoe Januari-Juli 2015.

“Capaian ini cukup signifikan, padahal pada akhir Juni 2015 lalu baru 65% paket pekerjaan yang berhasil dilelang. Artinya, selang sebulan saja ada peningkatan jumlah paket yang berhasil dilelang sekitar 30%,‎” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Basuki menjelaskan 7% paket yang belum terealisasi lelangnya sebagian besar merupakan paket kontrak tahun jamak (multiyears). “Sebagian besar dari 7% yang belum dilelang itu berada di Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Cipta Karya,” kata Basuki akhir pekan ini kepada detikFinance.

Kontrak-kontrak di Direktorat Jenderal Bina Marga yang masuk paket pekerjaan tahun jamak adalah kontrak proyek jalan tol yang menjadi porsi pengerjaaan pemerintah diantaranya, jalan tol Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung, Cikampek-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), serta tol Solo-Ngawi-Kertosono.

Adapun di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), kontrak yang belum dilelang yakni Bendungan Rotiklit di Belu, NTT, yang masih terkendala desain.

“Harusnya Agustus semua bendungan yang ditargetkan tahun ini selesai (lelangnya). Akan tetapi Rotiklit ini baru bisa September,” katanya.

Sementara itu, untuk Direktorat Jenderal Cipta Karya masih harus dilakukan studi terkait pengentasan kawasan kumuh dan sanitasi layak.

Secara garis besar, Basuki menjelaskan, dari 7% lelang yang belum terkontrak berdasarkan sumber anggaran, adalah lelang yang bersumber dari pinjaman untuk Bina Marga, dan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Cipta Karya.(riz/dtc)

loading...