Angkasa Pura 2

Kemenhub: Arus Balik Lebaran Mulai Terjadi, Yang Pulang Mudik Juga Masih Tinggi

KoridorSenin, 20 Juli 2015
Tol Jakarta-Cikampek

JAKARTA (beritatrans.com) – Laju lalu lintas di sejumlah jalan tol dan ruas jalan arteri utama yang dilalui arus mudik Lebaran 2015, sejak Minggu (19/7/2015) malam mulai melambat. Mulai terjadi kepadatan arus balik dari sejumlah kota di Tanah Air kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Namun begitu, pantauan Psoko Angkutan Lebaran Nasional Terpadu 2015 di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, sampai Minggu (19/7/2015) atau H+1 Lebaran
ternyata masih banyak warga Ibukota Jakarta yang mudik ke kampung halaman.

“Semua itu bisa dilihat dari volume kendaraan menuju daerah masih tinggi serta laju kendaraan yang rata-rata cukup lambat dibawah 50 km/ jam,” kata Kapuskom Publik Kemenhub RI JA.Barata dalam siaran pers di Jakarta, Senin (20/7/2015) pagi.

Laporan Posko Angkutan Lebaran Kemenhub dari Minggu jam 20.00 sampai Senin jam 08.00 menyebutkan, kecepatan rata-rata di ruas tol Jakarta-Cikampek hanya 49,98 km/ jam. Laju kecepalan d Tol Cipularang Jawa Barat hanya 43,75 km. jam.

Kemudian laju kendaraan di ruas arteri pantura Jawa Barat dari arah Cikampek-Cirebon hanya 53,43 km/ jam, dan kecelapan di ruas Cileunyi-Banjar atau jalur pantai selatan (pansel) Jawa Barat hanya 22,54 km/ jam.

Barata menambahkan, cukup lambatnya laju kendaraan ke sejumlah daerah dari Jakarta merupakan indikasi kuat masih banyak warga yang pulang mudik setelah Lebaran. “Nampaknya mereka sengaja pulang setelah Lebaran untuk menghindari kepaatan lalu lintas saat puncak arus mudik Lebaran lalu,” papar dia.

Namun begitu, sebut Barata, fakta di lapangan berkata lain. Beberapa ruas jalan tol dan arteri utama yang dilalui arus mudik ternyata banyak warga masyarakat yang baru mudik setelah Lebaran.

“Jadi, warga masyarakat yang baru mudik sekarang atau sudah balik Lebaran menuju Jakarta untuk tetap hati-hati. Aga kesehatan badan saat mengemudi dan tetap waspada di jalan, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” tegas jubir Kemenhub itu.(helmi)

loading...