Angkasa Pura 2

Pakar: Kecelakaan Turun Tapi Pelanggaran Lalu Lintas Tinggi Saat Lebaran

Aksi Polisi KoridorSenin, 20 Juli 2015
Djoko smg_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Jangan terkesima dengan angka kecelakaan yang turun ketika masa Lebaran tahun 2015. Sebaliknya justru angka pelanggaran paling tinggi, terjadi di masa angkutan Lebaran.

Demikian disampaikan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno kepada beritatrans.com di Jakarta, Senin (20/7/2015).

Menurut dia, pihaknya melihat justru angka kecelakaan tiap tahun tetap tinggi. “Kasus kecelakaan terjadi merata di seluruh Indonesia terutama daerah yang dipantau selama pelaksanaan arus mudik Lebaran 2015,” jelas Djoko.

Ketua MTI Jawa Tengah itu menambahkan, pelanggaran lalu lintas merupakan cikal bakal terjadinya kecelakaan. Pelanggaran lalu lintas beda-beda tipis dengan kecelakaan di jalan raya.

“Hampir semua kasus kecelakaan diawali atau melibatkan kasus pelanggaran lalu lintas. Hal itu bisa dilakukan oleh korban atau dilakukan pihak lain dan ikut menjadi korbannya,” papar Djoko.

Posko Angkutan Lebaran

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas dan korban tewas pada Hari Lebaran 2015, Jumat (17/7/2015) tercatat menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2014.

Data Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan di Jakarta, Minggu, menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan pada hari Lebaran 2015 tercatat 247 kasus, atau turun 82 persen bila dibandingkan 2014, yakni 1.396 kasus.

“Korban tewas pada Lebaran tahun ini juga turun menjadi 53 orang. Berbeda dengan tahun lalu, korban tewas mencapai 310 orang di hari Lebaran,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Sementara jumlah korban yang menderita luka berat dan luka ringan pada hari Lebaran tahun ini tercatat sebanyak 87 orang dan 350 orang. Padahal tahun lalu, jumlah korban luka berat dan luka ringan pada Lebaran 2014 mencapai 465 orang dan 732 orang.

Menteri Jonan mengaku pihaknya terus memfokuskan pada upaya menekan terjadinya jumlah kecelakaan dalam Lebaran tahun ini.

Kemenhub telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Korlantas Polri, Kementerian PU dan pihak operator angkutan untuk memaksimalkan pengamananan serta sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan mudik Lebaran.

“Berbagai persiapan yang matang sudah dilakukan serta inovasi baru bagi pemudik motor yang diwajibkan istirahat di cek point, ikut pula menekan angka kecelakaan,” katanya.

Banyaknya kegiatan mudik bersama yang diadakan pemerintah dan pihak swasta juga turut membantu menekan tingkat kecelakaan dalam mudik Lebaran.(helmi)

loading...