Angkasa Pura 2

Jonan Terjadi Perpindahan Penumpang Transportasi di Tanah Air

Dermaga Kokpit KoridorRabu, 22 Juli 2015
IMG_20150722_182859_edit

SEMARANG (beritatrans.com) – Terjadi perpindahan penumpang moda transportasi laut di Tanah Air. Jumlah penumpang kapal laut pada angkutan Lebaran 2015 turun 4,89%. Tapi jumlah kecelakaan di laut juga turun. Sebaliknya penumpang udara nasional naik signifikan.

“Mereka (penumpang kapal) pindah ke moda lain, baik pesawat terbang atau kereta api (ka),” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan disela-sela Pemantauan Angkutan Lebaran 2015 di Stasiun KA Tawang, Semarang, Rabu (22/7/2015) petang.

Tapi penurunan serupa juga terjadi di moda angkutan jalan. Sampai H+3 Lebaran, jumlah penumpang bus AKAP hanya sekitar 3,541.751 juta tahun 2015 dari tahun lalu 3.836.259 orang.

“Jumlah itu turun sebesar 7,68% dibanding tahun lalu,” sebut Menhub Jonan lagi.

Menurutnya, telah terjadi perpindahan dari penumpang kapal laut ke moda pesawat terbang atau kereta api (KA) di Tanah Air. Indikasi itu bisa dilihat dari kenaikan jumlah penumpang udara nasional.

“Penumpang kapal laut tahun 2014 sebanyak 662.599 orang, tahun 2015 menjadi 636.546 orang atau turun 3,93%,” kata Jonan didampingi Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Laut Capt.Bobby Mamahit serta Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata.

Sementara, penumpang udara domestik tahun 2014 sebesar 2.490.088 orang tahun 2015 naik menjadi 2.719.017 orang. Jumlah itu, lanjut dia, ada kenaikan sebesar 9,19%,” jelas Jonan.

Meski diakui, terjadi penurunan penumpang luar negeri dari 449.850 orang tahun 2014 menjadi 420.691 orang di tahun 2015 atau turun 6,48%.

Jonan menambahkan, fenomena itu membuktikan daya beli meningkat karena harga tiket pesawat dan ka justru lebih mahal.

“Jadi saya merasa agak aneh, kalau banyak pengamat mengatakan rakyat kita makin miskin dan daya belinya rendah. Buktinya, tiket pesawat dan ka yang lebih mahal justru laris manis,” tandas Jonan.(helmi)