Angkasa Pura 2

Macet Akibat Antrean Di Rest Area Tol Cikampek, Konsumen Kritik Pedas Direksi Jasa Marga

KoridorRabu, 22 Juli 2015
52jalan-tol-macet

BEKASI (beritatrans.com) – Kemacetan arus lalu lintas di jalan tol menjadi ‘primadona’ pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2015. Biang kemacetan di gerbang tol Cipali dan rest area (tempat peristirahatan), terutama di rest area KM 35, KM 42, KM 57, KM, dan KM 62 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Pantauan beritatrans. com, kemacetan di jalan tol itu mencapai 25 km pada H+2 dan H+3 arah Jakarta, akibat kendaraan yang keluar masuk rest area tersebut, tidak diatur karena tidak ada petugas Jasa Marga yang mengatur kendaraan keluar masuk. Akibatnya, kondisi rest area semrawut tidak karu-karuan dan kendaraan parkir sembarangan.

Bahkan banyak pengguna jasa memarkir kendaraannya di sepanjang jalan jalur darurat/bahu jalan. Pemilik kendaraan banyak beristirahat di luar mobilnya sambil duduk-duduk di pinggir jalan tol yang sangat memahayakan keselamatan mereka.

Pembiaran
Akibat jeleknya pelayanan pengelola jalan tol, yakni PT Jasa Marga, pengguna jasa banyak yang protes.

“Ini mah pembiaran oleh direksi Jasa Marga. Masa rest area tidak ada petugas yang mengatur, apalagi pengguna jasa tidak diberitahu kalau ada rest area seperti di KM 35 dan KM 57 sudah penuh. Kalau diberitahu, kan saya tidak masuk ke sana. Parah…Direksi Jasa .arga tidur kali ya…atau liburan ke luar negeri kali ya,” ujar seorang pengguna jasa kepada beritatrans.com.

Seorang petugas mengaku pihaknya banyak yang menerima keluhan dari pengguna jasa. “Banyak banget keluhan yang kami terima, pusing juga mas, sementara petugas yang bertugas hanya beberapa orang, mungkin yang lain lagi lebaran. Kalau zaman direksi lama, karena macet ini kami sudah pada dimarahin neh… Apalagi kalau tidak ke lapangan, ” ujar petugas yang tak mau disebut namanya itu.

Pantauan beritatrans.com, kesemrawutan dan kemacetan yang sangat parah di jalan tol itu memang terkesan adanya pembiaran dari Jasa Marga sebagai pengelola tol.

“Direksi Jasa Marga tidur tidak peduli dengan kesemrawutan yang terjadi di jalan tol akiat rest area semrawut. Saya akan laporkan masalah ini ke Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN,” kata seorang pengguna jasa yang mengaku bekerja di Kementerian BUMN.

Pengguna jasa lain mengemukakan, pengelola jalan tol tidak memikirkan pelayanan, cuma mau cari untung.

“Direksi cuma cari untung buat perusahaan, tetapi pelayanan nol. Saya berharap Menteri BUMN memecat direksi Jasa Marga karena gagal melaksanakan angkutan lebaran,” ujar Rangga yang mengaku wakil rakyat. (akbar)m

loading...