Angkasa Pura 2

Kemenhub: Maskapai Harus Penuhi Hak-Hak Calon Penumpang Sesuai PM No.89/2015

Bandara KokpitKamis, 23 Juli 2015
IMG_20150722_185725_edit

SEMARANG (beritatrans.com) – Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M.Alwi memastikan, seluruh maskapai penerbangan nasional harus taat pada PM No.89/2015 terkait hak dan kewajiban maskapai jika terjadi pembatalan atau delay penerbangan di Indonesia.

“Dalam PM tersebut, calon penumpang mempunyai hak untuk menjadwal ulang penerbangan, refaund atau minta pengembalian uang dan opsi-opsi lainnya,” kata Alwi saat pemantauan arus balik Lebaran 2015 di Semarang, Rabu (22/7/2015) malam.

Seperti diketahui, belakangan terjadi penutupan beberapa bandara akibat erupsi gunung Raung dan Gamalama. Beberapa bandara yang ditutup itu antara lain, Bandara Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Bali.

Akibatnya, ratusan penerbangan delay bahkan dibatalkan, sehingga ada ribuan calon penumpang yang terkena dampaknya bahkan terpaksa tidak bisa terbang sesuai rencana.

Saat dikonfirmasi beritatrans.com, Alwi mengatakan, pihak maskapai harus melayani dan mengembalikan uang calon penumpang jika memang diminta. Atau melayani pula jika akan mejadwal ulang ke penerbangan berikutnya.

“Yang pasti, maskapai tak boleh mempersulit calon penumpang. Kendati begitu calon penumpang juga harus mengerti, penutupan bandara atau pembatalan penerbangan semata-mata karena alasan keselamatan,” sebut Alwi.

Oleh karena itu, menurut dia, maskapai harus tetap memenuhi ketentuan PM 89/2015, jangan sampai merugikan masyarakat terlalu besar. “Mereka harus bisa mencari solusi yang terbaik dan saling menguntungkan,” terang Alwi.

Jika terjadi delay atau bahkan pembatalan penerbangan, tambah Alwi, pihak maskapai harus memberitahukan kepada calon penumpang secepatnya.

“Bila mungkin menghubungi calon penumpang sebelum berangkat ke bandara sehingga bisa meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan,” tandas Alwi.

Penumpang Naik 9%

Sebelumnya, Menhub Ignasius Jonan mengatakan, pertumbuhan penumpang udara domestik selama Lebaran 2015 rata-rata naik 9%. Hampir semua bandara utama di Tanah Air mengalami peningkatan arus penumpang.

“Ini kejadian pertama arus penumpang pesawat udara naik lebih tinggi dibandingkan kereta api yang cuma naik 1,9%,” kata Jonan.

Sementara, M.Alwi menambahkan, jika tak terjadi erupsi gunung Raung dan Gamalama target pertumbuhan penumpang udara domestik bisa mencapai 12%.

“Proyeksi kita naik sampai 12% untuk penumpang domestik. Tapi karena ada kebijakan buka tutup bandara, menjadi berkurang. Tapi, semua dilakukan demi keselamatan penerbangan kita,” tegas Alwi.(helmi)