Angkasa Pura 2

Kereta Monorel Akan Melayani Bandara Juanda

Bandara EmplasemenKamis, 23 Juli 2015
tmp_30133-flight8-1513481602

SURABAYA (beritatrans.com) – Jika sebelumnya General Manager PT Angkasa Pura I Juanda tak menginginkan ada kereta rakyat, termauk trem, kini pengelola Bandara Juanda ini lebih tertarik dengan monorel. Sebab, kereta cepat ini lebih berkelas dan memiliki gengsi.

GM PT Angkasa Pura I Juanda Yanus Suprayogi menuturkan bahwa kereta api monorel itu lebih bervisi ke depan. Selain menjadi solusi untuk moda transportasi masal, kereta monorel memiliki segmen dan kelas tersendiri.

“Kalau monorel lebih tepatlah ketimbang kereta api trem untuk jalur kereta ke Bandara Juanda. Bukan kereta rakyat. Apalagi jika monorel itu bisa menjangkau jarak jauh hingga Malang atau daerah lain hingga ke Juanda. Tak hanya Surabaya,” kata Yanus, Rabu (22/7/2015).

Saat ini, Kemenhub terus mendorong agar angkutan masal di tengah kota bisa segera direalisasikan. Orang akan punya pilihan untuk memilih moda transportasi umum. Bila nyaman, monorel diyakini menjadi solusi warga beralih ke tranportadi umum ketimbang naik mobil pribadi.

“Pemkot Surabaya akan segera merealisasikan monorel. Moda tranpsortasi ini akan menjadi moda yang bakal melekat di Surabaya,” sambung Plt Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat.

Monorel ini adalah impian moda transportasi yang bisa langsung menjangkau Bandara Juanda. Jalurnya khusus dari Gubeng-Wonokromo-Waru dan menuju parkir Juanda.

Namun, rencana itu tidak mudah karena akan melintas di atas lahan milik TNI AL. “Kami akan bicarakan khusus ini dengan TNI AL. Karena akan melewati tanah mereka,” kata Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko beberapa waktu lalu.

Selain akan merealisasikan monorel, kementerian akan lebih dulu merealisasikan pembangunan angkutan masal cepat (AMC) tengah Kota Surabaya kerete trem. Bahkan September nanti, akan dipasang rel untuk membelah kota.

Telah disiapkan rel sepanjang kurang lebih 20 KM untuk jalur trem ini. “Dua bulan lagi, rel untuk angkutan masal trem di Surabaya akan terpasang. Kami juga telah mendesain trem Surabaya ini,” kata Dirjen Perkeretapian Kemenhub Hermanto beberapa waktu lalu.

Saat ini, tahapan desain angkutan masal itu tengah dikerjakan. Paling cepat dua bulan lagi atau September akan dimulai pemasangan rel. Bentangan jalur kereta ini akan melintas persis membelah setiap jalan raya Surabaya.

“Sebenarnya, trem yang akan segera direalisasikan di Surabaya itu merupakan reaktifasi jalur trem yang sebelumnya pernah ada. Hanya menghidupkan kembali jalur yang sebelumnya sudah ada,” kata Hermanto.

Trem sebagai angkutan masal cepat akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia. Saat ini tengah dilakukan tender untuk proyek trem tersebut. Rel akan membentang dari selatan hingga utara Surabaya.

Pemkot sendiri saat ini juga sudah survei jalur yang akan dilewati trem. Secara umum jalur trem akan memfungsikan rel KA yang selama ini tidak dipakai.

Selama ini sudah terpendam aspal. Teknisnya, apakah membongkar aspal atau membuat rel baru. Jalur trem ini akan membentang sepanjang sekitar 17 kilometer.

Untuk jalur selatan akan dimulai dari Wonokromo-Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jalan Pandegiling-Embong Malang-Kedungdoro-Pasar Blauran-Pasar Turi.

Lalu menuju Surabaya utara, yakni di Jalan Indrapura, memutar ke arah Jalan Rajawali-Jembatan Merah-Tugu Pahlawan- Jalan Tunjungan-Jalan Panglima Sudirman dan kembali lagi menuju Wonokromo.

Trem ini nantinya memiliki 29 titik pemberhentian atau halte. Jarak tiap halte antara 1,5 km-2 km. Trem berisi dua gerbong dengan kemampuan muat sebanyak 200 orang.

Gerbong trem akan didatangkan dari luar negeri. Untuk bahan bakar, sudah disepakati bahwa trem akan menggunakan teknologi listrik yang disimpan di baterainya. Dengan teknologi itu, trem dapat melaju rata-rata 30 km/jam. (surya).