Angkasa Pura 2

KSOP Tanjung Emas Semarang Kerja All Out Layani Penumpang Mudik

Dermaga SDMJumat, 24 Juli 2015
Marwa smg

SEMARANG (beritatrans.com) –Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berusaha all out untuk melayani warga masyarakat yang hendak mudik atau balik setelah merayakan Lebaran di kampung halamannya khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya. Sampai H+5 Lebaran atau Kamis (23/7/2015) petang, seluruh kapal dan penumpang bisa dilayani dengan baik dan selamat.

“Berkat dukungan semua pihak termasuk warga masyarakat yang mudik atau balik setelah Lebaran melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, semua terlayani. Kapal-kapal penumpang terutama dari Tanjung Priok Jakarta khususnya KM Dobonsolo bisa dilayani dengan baik sampai mereka mendapatkan angkutan lanjutan ke kota tujuan,” kata Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang, Marwansyah, SH, MM, MH kepada beritatrans.com di Semarang, Kamis (23/7/2015) petang.

Menurut putra Aceh itu, persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran dilakukan segera setelah dilantik sebagai KSOP Tanjung Emas dua pekan sebelum Lebaran. Sementara, arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas termasuk tinggi. Sedikitnya ada tiga kapal membawa arus mudik gratis ke Semarang, masing-masing dengan KM Dobonsolo dan KRI Banda Aceh milik TNI AL.

IMG-20150724-WA001

“Mereka itu selain peserta program mudik gratis dari Jakarta. Selain itu juga para pekerja termasuk TKI yang berlayar melalui Pelabuhan Kumai, Sampit, Ketapang dan Pontianak di Kalimantan. Oleh karena itu, seluruh staf KSOP dan mitra kerja di Semarang harus siaga sebaik mungkin sebelum penumpang tiba,” jelas Marwansyah.

Khusus hari ini (kemarin, Kamis 23 Juli 21015), sedikitnya ada lima kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas. Pertama, KM Dobonsolo yang membawa 1.980 penumoang arus balik, 841 motor serta 109 anak buah kapal (ABK).

Malam harinya, menurut Marwansyah, akan berangkat empat kapal lainnya yaitu KM Leuser tujuan Sampit, KM Binaiya tujuan Kumai Kalimantan Tengah, keduanya milik PT Pelni. Selain itu ada dua kapal lainnya milik perusahaan swasta, yaitu KM KM Dharma Kencana III tujuan Pantianak dan KM Dharma Ferry II tujuan Ketapang, keduanya di Kalimantan Barat.

Marwan menambahkan, sejak arus mudik lalu dia bersama staf hampir tak pernah pulang kecuali setelah tengah malam. Itupun bagi mereka yang rumahnya dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Bagi mereka yang jauh, demi melaksanakan tugas dan melayani warga masyarakat harus rela tidur di kantor.

“Semua itu itu menjadi komitmen kami seluruh staf dan pimpinan KSOP Tanjung Emas dan para mitra kerja untuk melayani warga masyarakat. Moda angkutan laut khususnya melalui Pelabuhan Semarang harus lancar, aman dan selamat,” sebut Marwan.

Seperti telah disampaikan Menhub Ignasius Jonan dan Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R.Mamahit seluruh insan perhubungan di seluruh Indonesia termasuk Ditjen Perhubungan Laut harus bekerja profesional dan mengutamakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi fokus utama dan masyarakat harus dilayani dengan baik. Keduanya haruss seiring sejalan khususnya di saat Lebaran ini warga masyarakat bisa berkumpul dan merayakan Idul Fitri dengan keluarga di kampung halaman dengan aman dan damai,” tegas Bobby.(helmi)

loading...