Angkasa Pura 2

Meski Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Pemerintah Enggan Turunkan Harga BBM

EnergiSabtu, 25 Juli 2015
Sudirman Said

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintahan Presiden Joko Widodo ini benar-benar tidak konsisten. Ketika menaikakn harga BBM tempo hari, pemerintah beralasan agar harga BBM mengikuti harga minyak dunia. Artinya berfluktuasi. Saat harga minyak dunia naik maka harga BBM pun naik. Begitu sebaliknya, saat harga minyak dunia turun, harga BBM pun turut turun.

Kenyataannya, meskipun saat ini harga minyak dunia sedang melorot turun, pemerintah ternyata tidak kunjung menurunkan harga BBM. Sejuta alasan dibuat oleh pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Seperti diberitakan okezone.com, Sabtu (25/7/2015), Menteri ESDM Sudirman Said beralasan, pemerintah tekor Rp12 triliun akibat menahan harga BBM tetap di harga rendah, beberapa waktu lalu. Kebijakan tersebut dipilih demi mempertahankan stabilitas harga, ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Dulu sempat ada harga yang sudah naik, tapi ditahan karena pemerintah ingin ada stabilitas dulu. PT Pertamina (Persero) mengalami defisit sampai Rp12 triliun,” ujar Sudirman.

Sudirman juga berkilah, harga BBM seharusnya sudah naik sejak dua bulan lalu. Karena untuk menutup kerugian yang di derita Pertamina.

“Saya tidak akan serta merta menurunkan harga tapi menjaga harga supaya ada marjin yang bisa mengompensasi kerugian Pertamina,” katanya.

Sudirman juga berkilah, harga BBM ditentukan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika nilai tukar mata uang Garuda ini terus melemah maka penurunan harga minyak dunia tidak serta merta mengharuskan harga BBM turun.

Sebelumnya Ketua Komisi VII DPR RI Hafisz Tohir meminta pemerintah agar segera menurunkan harga BBM. Alasannya, harga minyak mentah dunia jenis Brent North Sea sudah turun hingga mendekati 50 dollar AS per barrel.

“Jika pemerintahan Jokowi konsisten dengan kebijakannya mencabut subsidi BBM dan menggantikannya dengan mekanisme pasar, maka pemerintahpun wajib menurunkan harga BBM sekarang,” ujar Hafisz, Rabu (22/7/2015). (aliy)

loading...