Angkasa Pura 2

Dukungan Signifikan Litbang Selama Arus Mudik Lebaran 2015

LitbangMinggu, 26 Juli 2015
tmp_11536-kepala-badan-penelitian-dan-pengembangan-balitbang-kementerian-perhubungan-elly-sinaga_20150709_162826583980113

JAKARTA (beritatrans.com) — Keterlibatan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan Kementerian Perhubungan sangat signifikan bagi kelancaran transportasi nasional.

Terutama jelang libur Lebaran mulai 13 Juli hingga 26 Juli 2015 ini, dukungan Balitbang Perhubungan tak bisa dianggap sepele.

Mulai dari berbagai survey untuk kelengkapan fasilitas mudik Lebaran 2015 yang sudah dilakukan hingga terjun langsung Kepala Badan Litbang Perhubungan Elly Sinaga dan para anak buahnya ke lapangan.

Elly Sinaga terjun langsung mengecek kesiapan terminal dan angkutan lebaran ke sejumlah terminal seperti Kampung Rambutan, Pulogadung, dan Rawamangun. Elly juga mengunjungi Pelabuhan Merak, Bakauheni Lampung dan Terminal Rajabasa.

Dipaparkan Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Sigit Irfansyah A.Td., M.Sc, bahwa kegiatan survey dilakukan atas 6 aspek yang sudah dilakukan dan terus dilakukan hingga arus balik.

Survey lain yang dilakukan Litbang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, yakni evaluasi mudik gratis pengguna sepeda motor, validasi prediksi angkutan lebaran 2015 yang akan dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.

Yang dilakukan Balitbang Perhubungan Lebaran kali ini menjadi terobosan tersendiri dalam mendukung penggunaan moda transportasi nasional kedepan.

Beberapa tahun lalu, Balitbang Perhubungan merekomendasikan intelligent transportation system (ITS) sebagai pengembangan dari Area Traffic Control System (ATC). ITS diharapkan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. ITS juga dapat mengurai kemacetan di jalan raya.

Sayangnya, publik belum memanfaatkan fasilitas yang bisa diakses oleh masyarakat melalui aplikasi Google Waze yang bisa diunduh dari smartphone yang berperangkat lunak Android ini.

Kerja sama dilakukan oleh Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Balitbang Kemenhub) dengan pihak Google Waze itu sebenarnya untuk memudahkan pengguna jalan.

Dari Google Waze, masyarakat bisa berbagi data konsumsi publik, yakni data yang terpublikasikan secara umum melalui situs Balitbang, termasuk live video streaming untuk kondisi lalu lintas perkotaan, meliputi data lokasi (nama jalan, kota, provinsi), aktivitas lalu lintas harian, aktivitas lalu lintas mingguan.

Sedangkan Google melalui aplikasi Waze akan berbagi data real time kejadian/insiden lalu lintas, informasi penutupan jalan, meliputi waktu, lokasi, dan jenis penutupan jalan.

“Publik khususnya pengguna Google Waze akan diuntungkan dengan data lalu lintas yang lebih jelas dan komprehensif. Sehingga masyarakat bisa mengelola waktu secara efisien dan merencanakan perjalanan mereka,” kata Kepala Balitbang Perhubungan DR Elly A Sinaga.(fenty)

loading...