Angkasa Pura 2

Evaluasi Arus Mudik, Kepala Balitbang Sidak dari Terminal ke Terminal

LitbangMinggu, 26 Juli 2015
tmp_11536-kepala-badan-penelitian-dan-pengembangan-balitbang-kementerian-perhubungan-elly-sinaga_20150709_162826583980113

JAKARTA (beritatrans.com) –Kepala Badan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan DR. Elly Adriani Sinaga jauh-jauh hari sebelum arus mudik mencapai puncaknya melakukan kunjungan di beberapa terminal di Jakarta.

Pada H-5 lebaran lalu, saat datang ke terminal Rawamangun Jakarta Timur yang baru selesai dibangun, Elly menemukan sejumlah hal yang harus diperbaiki kedepannya.

Terminal yang dibangun menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah itu diakui Elly belum bisa disebut layak untuk dijadikan Terminal Golongan A.

Mengelilingi Terminal Rawamangun sembari berkomunikasi terhadap penumpang, Elly melihat banyak penumpang yang terlantar dan tidak sedikit yang mengeluhkan keterlambatan Bus yang tidak sesuai dengan jadwal.

Elly juga mendapati para calon penumpang gelisah harus menunggu keterlambatan bus sembari duduk dibawah lantai karena fasilitas bangku di Terminal Rawamangun sangat minim.

Elly langsung menengur Kepala Terminal, Robert untuk segera membuat fasilitas agar fasilitas bangku memadai untuk penumpang.

Bukan hanya itu, Elly juga sempat menegur pengurus salah satu operator bus yang tidak layak jalan dapat menaiki penumpang yang akan berangkat ke Medan Sumatra Utara.

Bus tersebut ditilang dan penumpang diturunkan untuk dapat mengganti armada bus yang lain atau uang minta dikembalikan. Elly menyebut jika operator tersebut tetap menjalankan armadanya, pihaknya akan merekomendasikan agar izin trayeknya dibekukan, karena sangat membahayakan keselamatan penumpang.

“Kondisi terminal ini belum layak untuk melayani pemudik. Sedianya kalau sudah menerima untuk melayani penumpang fasilitas terminal ini pun harus memadai, jangan membuat penumpang tidak nyaman dan satu hal lagi, untuk PO Bus yang tidak layak jalan demi keselamatan penumpang saya tidak ada toleransi, lebih bagus tidak berangkat dari pada berangkat tidak sampai tujuan,” tegas Elly.

Bukan hanya itu saja, Terminal Rawamangun juga tidak didukung fasilitas umum lainnya seperti toilet. Penumpang yang hendak ke toilet merasa kecewa karena tidak ada air yang tersedia. Fasilitas kebersihan seperti tempat sampah juga buruk. Tumpukan sampah berserakan dimana-mana.(fenty)

loading...