Angkasa Pura 2

Moda Kereta Api Kurang Disukai Masyarakat Sumbar

EmplasemenJumat, 31 Juli 2015
Kereta Ekonomi

PADANG (beritatrans.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat (Sumbar) menilai masyarakat setempat kurang menyukai transportasi kereta api. Terbukti dengan kurangnya respon mereka terhadap rencana reaktivasi jalur perintis Solok – Sawahlunto.

“Akibatnya, PT KAI belum bisa mengaktifkan kembali jalur KA perintis yang pernah melalui Solok hingga Sawahlunto,” kata Asisten Manager Humas PT KAI Drive II operasional Sumbar Zainir di Padang, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya biaya operasional tidak sebanding dengan pemasukan yang didapat dari konsumen. Biaya pemeliharaan dan operasional kereta tahun 1958 setiap kali berangkat, mencapai Rp15juta (ketika harga BBM Rp6.500), dan hasil penjualan tiket tidak mampu memenuhinya.

Dampaknya, ujar Zainir, PT KAI kesulitan untuk mengganti gerbong dan lokomotif yang telah usang tersebut menjadi baru.

“Bila hal ini terjadi terus menerus, bukan tidak mungkin niat pemerintah untuk mengaktifkan jalur KA penumpang di Sumbar, tidak akan terealisasi,” katanya seperti dilansir Antara.

Untuk itu, dia berharap pemerintah menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat agar mau menggunakan kereta sebagai alternatif transportasi umum.

Salah seorang warga yang biasa menggunakan transportasi KA Suyitman menilai rendahnya minat masyarakat tersebut akibat masih awamnya serta belum sempurnanya infrastruktur yang ada.

Menurutnya, belum adanya stasiun yang nyaman serta kereta yang aman menjadikan masyarakat berpikir ulang untuk menggunakan kereta. (aliy)