Angkasa Pura 2

Jojo: Pelni Harus Bijak Sikapi Permintaan Pasar Angkutan Laut

DermagaSabtu, 1 Agustus 2015
Jojo1

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Pelayaran Nasional Indoensia (Pelni) akan kembali menggarap angkutan barang di dalam negeri. Selain itu, beberapa kapal Pelni sudah doimodifikasi menjadi two in one bahkan three in one, sehingga mampu mengangkut penumpang, barang dan petikemas atau container.

“Pelni mendapatkan dana penyertaan modal Negara (PMN) sebear Rp500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat armada, dengan menambah kapal-kapal barang,” kata Komisaris Utama Pelni Sugihardjo kepada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Dalam rangka mendukung program Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi, lanjut dia, maka Pelni akan berperan lebih optimal lagi. Selama ini, Pelni fokus diangkutan penumpang. Dinamika pasar belakangan, arus barang dan petikemas di kapal-kapal Pelni terutama untu tujuan Kawasan Timur Indonesia (KTI) juga meningkat.

“Dinamika pasar itu harus disikapi dengan bijak, dengan melayani permintaan pengguna jasa dengan sebaik mungkin. Bila kapal-kapal Pelni bisa mengangkut barang mengapa tidak? Ini potensi pasar yang bisa digarap,” jelas Jojo, sapaan akrab dia.

Sejalan dengan rencana penambahan kapal-kapal barang, terutama yang akan dioperasikan di daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan, menurut Jojo, yang harus dipersiapkan adalah sinkronisasi antara rute kapal, penugasan pemerintah dengan alokasinya dana subsidi atau public service obligation (PSO) terutama untuk kapal angkutan barang.

“Kalau kapal-kapal Pelni diproyeksikan melayani rute peritis dan daerah perbasan untuk mempercepat jalur logitsik dan menekan disparitas harga barang, wajar kita minta PSO. Masalah PSO inilah yang kini tengah bahas dan dimatalkan dengan pihak Pemerintah khususnya Ditjen Perhubungan Laut,” tandas Jojo.

Armada kapal Pelni, menurut Jojo, siap dikerahkan untuk mendukung program Tol Laut Presiden Jokowi. “Semua harus ditungkan dengan program tersebut, Rakyat di daerah sebagai konsumen bisa menikmati harga barang dan jasa lebih murah. Tapi operator kapal khususnya Pelni juga tetap untung dan memungkinkan untuk berinvestasi dan mengembangkan usahanya,” tegas Jojo. (helmi)