Angkasa Pura 2

Menunjang Layanan Logistik

Kapuslitbanghub Laut: 6 Pelabuhan Harus Terapkan LTE 4 G

LitbangMinggu, 2 Agustus 2015
tmp_13478-pelabuhan-internasional-49434019

JAKARTA (beritatrans.com) — Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut (Kapuslitbanghub Laut) Harry Boediarto menyebut Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi pedoman beroperasionalnya layanan transportasi dan logistik yang efektif, efisien, murah, dan integratif.

Menurut Harry, pemerintah sudah siapkan Permen 74/2015 dan tetap harus dilengkapi dengan kesiapan pemerintah sendiri dalam menyediakan prasarana TIK karena dunia usaha menuntut produksi tinggi dengan tingkat keselamatan yang tinggi pula.

Puslitbang Perhubungan Laut sudah memberikan paparan/masukan terutama untuk kalangan intern perhubungan bahwa operasional transportasi tak bisa lepas dari operasional logistik yang di dalamnya memuat keharusan kelengkapan TIK.

“Kita sudah penuhi prosedur teknologi dan informasinya, aplikasi sudah sangat bagus seperti EDI, RFID namun komunikasinya itu masih ketinggalan tidak menunjang. Kita upayakan dalam waktu dekat enam pelabuhan kita di Jakarta, Belawan Medan, Bitung, Semarang, Surabaya, dan Makassar dilengkapi dengan prasarana 4 G yakni lewat LTE tak lagi wifi apalagi serat optic, butuh biaya, makan waktu tak efektif pokoknya,” jelas Harry kepada beritatrans.com, kemarin.

Yang disebut Harry LTE yakni Long Term Evolution atau standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah.

Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75mbps. Layanan LTE pertama kali diadopsi oleh operator seluler TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.

Menurut Harry, pelabuhan-pelabuhan di dunia sudah menerapkan aplikasi dan telekomunikasi tingkat tinggi ini sejak lama. Sedangkan di Indonesia belum sampai. “Baru menuju kesana, tahun ini harus bisa diterapkan terutama di 6 pelabuhan besar,” jelas dia.

Ia menambahkan infrastruktur TIK di Pelabuhan diantaranya mencakup komponen logistik seperti asset tracking dan layanan freight forwarding. Kemudian komponen navigasi seperti safety and monitoring, reporting, dan pesan darurat.

Jaringan multimedia, lanjut Harry, mutlak diterapkan di 6 pelabuhan. Jaringan itu salah satunya menghubungkan satelit network ke vessel di laut. (fenty)

loading...