Angkasa Pura 2

Gubernur Sumatera Utara & Istri Ditahan KPK

FigurSenin, 3 Agustus 2015
tmp_10414-2015-08-03_00-33-57_Gubernur-Sumatera-Utara-Gatot-Pujo-Nugroho-bersama-istri-mudanya-Evy-Susanti-1068x593-675142472

JAKARTA (beritatrans.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan penahan terhadap Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Istrinya Evy Susanti. Mereka berdua ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana setelah ditetapkan tersangka.

Gatot keluar lebih dulu sekira pukul 21.10 WIB dari dalam Gedung KPK. Dia yang telah mengenakan seragam tahanan warna oranye enggan berkomentar terkait penahanan dirinya berserta sang istri. Politikus PKS itu pun memilih langsung bergegas menuju mobil tahanan.

Selang dua menit, sekira pukul 21.12 WIB menyusul Evy keluar dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Sama seperti Gatot, sang istri juga enggan berkomentar terkait penahanan dalam kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan ini. Dia pun langsung masuk ke dalam mobil tahanan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan dalam kasus yang tengah ditangani lembaga antirasuah ini. Mereka berdua ditahan untuk 20 hari kedepan.

“Untuk Pak GPN (Gatot Pujo Nugroho) ditahan di Rutan Cipinang dan Ibu ES (Evy Susanti) di Rutan KPK,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2015) malam.

Sebelumnya, KPK menyatakan telah resmi menetapkan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho serta istrinya, Evy Susanti sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap Hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Mereka berdua juga sudah resmi dicegah berpergian keluar negeri. Keduanya dikenakan pasal 6 ayat (1) huruf a dan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana. (okz)

Komentar ditutup.