Angkasa Pura 2

Pelabuhan Kuala Tanjung Berbiaya Rp42 Triliun Diharapkan Kelar Akhir Tahun 2016

DermagaSenin, 3 Agustus 2015
tmp_7680-pelabuhan-1143896395

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I mengupayakan dapat menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara pada akhir 2016, lebih cepat dibanding perencanaan awal yaitu kuartal I 2017.

Percepatan penyelesaian dilakukan Pelindo I agar pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung juga bisa segera dibangun.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan sampai akhir 2015 pembangunan pelabuhan diprediksi rampung 54 persen. Sehingga tahun depan, proyek bernilai Rp42 triliun ini bisa selesai karena hanya tinggal menyelesaikan separuhnya.

“Sampai akhir Juli, progress pembangunan Kuala Tanjung sampai 7 persen. Ke depan akan kita percepat karena memang nantinya akan dibangun kawasan industri di situ. Dari seluruh pelabuhan yang groundbreaking semester I tahun ini, pembangunan itulah yang paling besar,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/8).

Bambang menambahkan Pelindo I juga akan meminta bantuan mitra asing untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia mengatakan, mitra asing yang baru didekati adalah Port Rotterdam, otoritas pelabuhan asal Belanda.

“Kenapa kami pilih Port Rotterdam, karena mereka pasarnya luas. Indonesia bisa masuk ke jaringan mereka, karena mereka ada jaringan ke Eropa, Timur Tengah dan lain-lain. Karena sesuai dengan tujuan awal, pembangunan pelabuhan ini kan untuk mengangkut hasil industri dari Kawasan Industri Kuala Tanjung,” jelas Bambang.

Ia mengatakan, belum ada pembicaraan lebih lanjut antara Pelindo I dengan Port Rotterdam. Apabila tak disetujui, Pelindo I tetap akan menggandeng mitra asing untuk mengelola pelabuhan di sisi barat Sumatera Utara itu.

“Kalau nanti disetujui, mungkin akhir tahun bisa terbentuk kerjasamanya. Kalau sekarang masih belum tahu berapa share-nya, tapi yang pasti kami tetap jadi majority,” jelasnya.

Seperti yang telah diketahui, pelabuhan Kuala Tanjung ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 42 triliun dengan jumlah kontainer mencapai 6 juta Teus per tahun. Bahkan dalam jangka panjang, jumlah kapasitasnya bisa mencapai 20 juta Teus. (ani).