Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Gandeng Pusdik Reskrim Polri Gelar Diklat PPNS

Dermaga SDMRabu, 5 Agustus 2015
IMG_20150805_105635_edit

BOGOR (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Dit KPLP) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perhubungan Laut. Kegiatan yang bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Reserse dan Kriminal (Pusdik Reskrim) Polri dan Kementerian Hukum dan HAM ini di laksanakan di Pusdik Reskrim Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Mega Mendung, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

“Pelaksanaannya kita lakukan selama dua bulan atau 400 jam pelajaran dan satu bulan atau 200 jam pelajaran,” kata Kasubdit PPNS Dit KPLP Ditjen Hubla Revolindo T, SH, MH kepada beritatrans.com usai upacara pembukaan Diklat, Rabu (5/8/2015).

Bertindak sebagai inspektur upacara dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Diklat Reskrim Lemdikpol Komisaris Besar Polisi Alex Sampe.

IMG_20150804_111942

Revolindo mengatakan Diklat 400 jam atau dua bulan dilakukan bagi para calon PPNS. Sehingga pada saat menyelesaikan Diklat, mereka mendapat sertifikat sebagai penyidik. Sehingga dengan sertifikat itu, mereka berhak melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Sedangkan Diklat 100 jam pelajaran atau satu bulan merupakan Diklat lanjutan bagi para PPNS untuk tingkatan manajerial,” katanya.

Menurut Revo, tahun anggaran 2015 ini ada 75 pegawai Ditjen Hubla yang mengikuti Diklat PPNS. Mereka berasal dari pusat maupun dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.

“Kami sebetulnya ingin mendidik lebih banyak lagi calon PPNS, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga baru bisa mendidik sejumlah 75 orang,” ujarnya.

IMG_20150805_105620_edit

Sebetulnya, lanjut Revo, bila dibandingkan dengan jumlah pegawai Ditjen Hubla yang mencapai sekitar 15.000 orang dan jumlah pelabuhan yang mencapai sekitar 1.200 pelabuhan, jumlah PPNS yang ada sekarang sekitar 300 orang masih sangat kurang dan tidak sebanding. Jumlah sebesar itu pun tidak semuanya berpraktik sebagai PPNS karena ada yang merangkap dengan tugas lain seperti menjadi Tata Usaha, kepala kantor, dan jabatan lainnya.

“Jumlah PPNS yang ideal sebetulnya sekitar tiga ribu orang,” tuturnya.

Revo berharap, para calon PPNS yang sedang melakukan pendidikan dan latihan kali ini dapat menambah jumlah PPNS yang ada. Sehingga jarak ideal dari sisi kuantitas bisa semakin mendekat.

“Kami selalu berupaya meningkatkan profesionalitas dan kapabilitas para PPNS. Meskipun demikian, kami juga tidak bisa menutup mata bahwa dari sisi kuantitas masih sangat banyak membutuhkan penambahan PPNS. Diklat yang dilakukan sekarang inilah salah satu upaya kami menambah PPNS,” tutur Revo. (aliy)