Angkasa Pura 2

Wisuda Perwira BP2IP Tangerang

Tommy: Pelaut Tak Harus Melawan Alam, Tapi Bersahabat

SDMJumat, 7 Agustus 2015
IMG_20150806_085205_edit

TANGERANG (beritatrans.com) – Perubahan iklim global dan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan memicu gelombang pasang dan angin kencang di tengah laut. Fenomena alam ini menjadi tantangan berat yang meski diantisipasi pelaut terlebih bagi para perwira.

“Perubahan iklim global dan cuaca ekstrim menjadi tantangan terberat yang harus dihadapi pelaut ke depan,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si di Kampus BP2IP Tangerang, Kamis (6/8/2015).

Menurutnya, menjadi pelaut tidak harus menentang alam. Menghadapi cuaca buruk di laut seperti ombak dan badai. “Sebagai pelaut profesional justru harus bersahabat dengan alam. Bukan melawan alam, tapi bagaimana memanfaatkan alam untuk kebaikan kita semua,” jelas Tommy.

Oleh karena itu, lanjut dia, sebagai pelaut harus menyiapkan diri sejak awal. Pelaut harus mempunyai kemampuan teknis serta pengalaman yang cukup harus bisa mengatasi dan memanfaatkan alam tersebut.

“Disanalah tantangan bagi pelaut profesional itu. Pelaut ulung bukan lahir dari laut yang tenang, tapi justru mereka yang berhasil mengatasi ombak dan badai menantang itu.

Profesionalisme seorang pelaut akan ditentukan dari sana,” sebut Tommy.
Oleh karena, pesan dia kepada perwira peluat BP2IP Tangerang, kalian semua harus terus belajar dan menempa kemampuan teknis sebagai pelaut.

“Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan. Selain itu juga harus bisa memanfaatkan kemajuan iptek untuk memudahkan beban tugas. Selanjutnya bisa meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menekan angka korban kecelakaan di laut,” tegas Tommy.(helmi)