Angkasa Pura 2

Menikmati Pesona Alam Dan Objek Wisata Banyuwangi

DestinasiMinggu, 9 Agustus 2015
IMG_20150803_094140_edit

BANYUWANGI (beritatrans.com) – Banyuwangi atau dikenal sebagai Bumi Blambangan dikenal mempunyai banyak objek wisata alam, mulai dari wisata bahari, wisata museum sampai objek wisata alam seperti hutan wisata alam pegunungan yang asri dengan pesona sangat menarik.

Untuk wisata pantai misalnya, banyak objek yang ditawarkan di Banyuwangi ulai Pantai Boom, Pulau Merah atau Red Island, Pantau Plengkung dan lainnya. Sementara, objek wisata alam juga tak kalah menariknya. Disana ada Alas Purwo, dengan nuansa magis yang kental sampai Kawah Ijen yang terkenal ke mancanegara itu.

Taman Nasonal Baluran dengan objek alam, banteng, dan kijang yang hidup di alam liar. Selain itu ada lagi Taman Nasional Meru Betir tempat budidaya penyu dan aneka satwa langka di daerah Banyuwangi.

Beritatrans.com mendapat kesempatan untuk mengunjungi objek Wisata Red Island atau Pulau Merah di Banyuwangi akhir pekan lalu. Objek wisata ini terletak di bagian selatan Selat Bali. Lokasinya berjarak sekitar 50 km dari Kota Banyuwangi bisa ditempuh dengan jalan darat.

IMG_20150804_093208

Pulau Merah adalah salah satu gugusan pulau di Selatan Bali. Dikatakan Pulau Merah, karena saat menjelang matahari tenggelam atau sunset, pulau ini kelihatan merah merona. Entah apa sebabnya, yang jelas pulau ini dekat dengan tambang emas yang dilakukan satu satu perusahaan nasional di Jakarta.

Pulau Merah ramai dikunjungi wisatawan lokal terutama di hari Minggu atau hari-hari libur nasional. Harga tiket masuk cukup murah Rp5.000 per orang, bisa masuk dan menikmati indahnya pemandangan alam Pulau Merah. Ombak datang susul menyusul dengan suara gemuruh bisa dinikmati pengunjung terutama di sore dan malam hari.

Pada saat air aut surut, orang bisa berjalan kaki ke Pulau Merah yang tak berpenghuni itu. Tapi harus waspai, karena banyak kulit kerang atau siput laut yang bisa melukai kaki jika tak berlajan menggunakan alas kaki.

Bagi pengunjung yang berminat, juga tersedia perayu yang bisa disewakan kepada pengunjung Pulau Merah. Tapi, jika ingin sekedar bermain di hamparan pantai dengan putih sambil menikmati air kelapa muda Banyuwangi juga tersedia di sepajang pantai Pulau Merah.

Tari Gandrung dan Kopi Oshing

Jika mau, orang juga bisa berkunjung ke perkebunan kopi serta Desat Adat Oshing, salah satu penduduk asli Banyuwangi. Tak jauh dari Desa Adat Oshing, pengujung juga bisa menikmati penampilan Tari Seblang dan Tari Gandrung khas Banyuwangi.

Tari Seblang biasanya hanya dilakukan setelah perayaan Idul Fitri. Tarian ini hanya bisa dilakukan oleh keluarga tertentu yang biasanya diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, penari Seblang harus seorang perempuan yang masih perawan.

Tari Gandung biasa ditampil saat perayaan tertentu atau menyambut tamu-tamu kehormatan di Kota Banyuwangi Jawa Timur. Termasuk aat perhelatan Wisuda Pilot LP3 Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Wahju Satrio Utomo.

IMG_20150802_203905

Tari Gandung menjadi salah satu sajian menarik bagi tamu undangan khususnya keluarga pilot yang baru diwisuda. Setiap perhelatan penting di Kota Banyuwangi selalu menampilkan Tari Gandrung, yang dimainkan enam penari cantik dengan gerakan lemah gemulai menarik di pandang.

Jika ingin menikmati enaknya kpi Oshing, pengunjung bisa mampir di Sanggar Desa Ada Oshing Banyuwangi. Sanggar milik pengusah Setiawan Subekti itu menyajikan kopi khas Oshing yang lezat. Kopi itu dihasilkan dari perekebunan kopi milik Iwan, begitu ia biasa disapa yang dikelola bersama warga sekitar.

Yang paling khas adalah Kopi Luwak yang diperoleh dari Luwak yang hidup di alam liar khususnya perkebunan kopi milik Iwan sendiri. Kopi tersebut diambil par pekerja perkebunan kopi saat panen atau menyiangi tanaman kopi seluas lebih dari 10 ha tersebut. Sambil menikmati pemandangan malam Desa Adat Oshing, pengunjung bisa menikmati lezatnya kopi Oshing serta aneka sajian khas daerah termasuk hidangan makan malam yang nikmat.

Di Desa Adat Oshing ini, kita bisa menikmati sajian Tari Barong khas Oshing, musik Gedhokan yang dimainkan ibu-ibu warga sekitar. Bergeser ke panggung terbuka, pengunjung bisa menikmati sajian Tari Gandrung khas Banyuwangi dengan penari cantik dan lemah gemulai tersebut.

Mengingat tingginya animo wisatawan berkunjung ke Desa Adat Oshing ini, setiap pengunjung harus booking waktu dan tempat sebelum datang. Apalagi, kapasitas dan daya tampung Desa Adat Oshing tak lebih dari 150 orang dalam sekali waktu.(iskandar helmi)

loading...