Angkasa Pura 2

Ada Tiga Kemungkinan Revitalisasi Terminal

KoridorSenin, 10 Agustus 2015
20150810_114022

Jakarta (beritatrans.com) — Kondisi sejumlah terminal di Indonesia yang tak layak membuat Kementerian Perhubungan ingin segera merevitalisasi dan merancang ulang sebagai bagian dari upaya memaksimalkan layanan kepada masyarakat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan DR. Elly Adriani Sinaga, MSc menyebut dalam evaluasi mudik Lebaran 2015 diketahui sangat banyak terminal di P Jawa yang jauh dari memadai untuk melayani pemudik.

“Dalam evaluasi mudik kemarin bisa dibilang kecewa dengan kondisi beberapa terminal yang buruk. Kasihan masyarakat, malu kita,” kata Elly menjawab tabloid beritatrans, kemarin.

Namun sebenarnya, kata Elly, Kementerian Perhubungan sudah membuat kajian mengenai revitalisasi terminal itu sejak lama. Hanya saja pelaksanaannya di lapangan tak sesuai dengan aturan yang dibuat.

Hal itu terungkap dari penelusuran beritatrans.com di Perpustakaan Badan Litbang Perhubungan. Perpustakaan ini menyimpan koleksi hasil studi Kajian Model Revitalisasi Fungsi dan Peran Terminal di Kota Besar.

Hasil yang dirumuskan dalam final report itu dipublikasikan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada 2007. Artinya sejak lama, negeri ini memiliki konsep yang matang soal tata kelola terminal.

Disebutkan, ada tiga kemungkinan arahan revitalisasi yakni, revitalisasi berupa pengembangan, revitalisasi berupa optimalisasi, dan pemindahan lokasi.

Dalam final report yang dibukukan dengan nomor induk 023/SD/2007 itu dijabarkan bahwa revitalisasi berupa pengembangan bisa dilakukan dengan melakukan penambahan fasilitas dan daya tampung. Pengembangan ini akan mempengaruhi tambahan luas terminal. “Jika terminal masih memiliki cadangan, maka dapat dimanfaatkan optimal.”

Lalu kemungkinan revitalisasi berupa optimalisasi yakni memanfaatkan seoptimal mungkin fasilitas yang ada tanpa harus melakukan pengembangan.

Dalam kasus ini dapat terjadi adanya pengurangan dan pembatasan kegiatan agar dapat meningkatkan jumlah perjalanan dan daya angkut penumpang.

Optimalisasi kinerja terminal dapat dilakukan komprehensif dan sistematis melalui pembenahan sistem pengelolaan terminal. “Atau bahkan dengan renovasi terminal.”

Sedangkan opsi pembenahan yang ketiga yakni dengan memindahkan lokasi terminal. Jika berdasarkan evaluasi menunjukkan bahwa lokasi terminal tersebut sudah tidak cocok lagi sebagai terminal, maka direkomendasikan untuk dipindahkan. Selanjutnya adalah proses penetapan lokasi bari yang disesuaikan dengan konsep di atas.

Demikian sedikit nukilan tentang arahan revitalisasi terminal yang bisa didapatkan dalam buku Laporan Akhir Kajian Model Revitalisasi Fungsi dan Peran Terminal di Kota Besar yang tersimpan di Perpustakaan Badan Litbang Perhubungan, Jl. Merdeka Timur No.5 Jakarta Pusat. (fenty)

loading...