Angkasa Pura 2

Simbol Perlawanan Pemerintahan Timor Leste Tewas Ditembak

Another NewsSenin, 10 Agustus 2015
Mauk_Murok_timorhauniandoben.com

DILI (beritatrans.com) – Mantan pemimpin gerilya Timor Leste yang juga symbol perlawanan terhadap pemerintahan Timor Leste, Mauk Moruk, tewas ditembak dalam dalam sebuah operasi keamanan, Minggu (9/8/2015).

Moruk adalah pemimpin Dewan Revolusi Maubere, CRM, yang telah dianggap kelompok terlarang di Timor Leste. Moruk sering mengkritik pemerintahan Timor Leste yang dianggapnya tidak becus dalam mengelola kekayaan alam sehingga banyak warga negara itu yang masih miskin.

Moruk kerap berbeda paham dengan mantan pemimpin gerilyawan lainnya, Xanana Gusmao, dalam hal pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Negara yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia ini.

Berdasarkan data World Bank, setengah dari 1,2 juta populasi Timor Leste hidup dalam kemiskinan, Padahal produksi gas negara itu senilai miliaran dollar Amerika Serikat.

Pernyataan pemerintah Timor Leste yang dikutip okezone.com dari situs RTP menyebutkan, Moruk tewas dalam baku tembak dalam operasi gabungan tentara dan polisi dengan kode Hanita di Fatulia. Dua orang lainnya dalam kelompok Murok tewas dan beberapa terluka. Seorang polisi terluka dalam insiden itu.

“Mauk Moruk terbunuh hari ini dalah konfrontasi selama operasi gabungan. Semua upaya telah dilakukan selama operasi untuk mencegah hasil ini,” ujar pernyataan pemerintah Timor Leste.

Dikhawatirkan peristiwa ini bisa memicu keresahan di tengah masyarakat. “Pemerintah menyerukan pada semua masyarakat untuk tetap tenang. Komisi Kementerian untuk Keamanan akan bertemu dan pernyataan lebih lanjut akan dikeluarkan kemudian,” lanjut pernyataan pemerintah.

Jenazah Moruk, dikutip dari situs RTP, akan dibawa ke Dili dengan pengamanan ketat. Pengetatan keamanan akan dilakukan di Dili dan beberapa wilayah lainnya, salah satunya Baucau. (aliy)