Angkasa Pura 2

BP2IP Barombong Mulai Gelar Diklat BST Untuk Nelayan

Dermaga SDMSelasa, 11 Agustus 2015
Tommy -Wahid Barombong

JAKARTA (beritatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong Sulawesi Selatan dengan bangga menggelar diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) khususnya para nelayaran di daerah Sulawesi.

“Diklat BST KLM gelombang pertama sudah dimulai dan pembukaan resmi dilakukan Kepusbang SDM Perhubungan Laut BPSDM Perhubungan Drs.Ridwan Setiawan,M.Mar.E,” kata Kepala BP2IP Barombong, Sulawesi Selatan Abdul Wahid, M.Mar.E saat dikonfirmasi beritatrans.com di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Menurutnya, kuota untuk BP2IP Barombong akan mendiklat sampai 510 orang. Setiap kelas akan ikut diat sebanyak 30 orang dan begitu seterusnya.

Mereka adalah para nelayan tradisional dan mereka yang menggunakan KLM saat mencari ikan di laut. BPSDM Perhubungan menerima alokasi dana penghematan subsidi BBM di APBN P 2015.

“Dana tersebut kemudian digunakan untuk membangun SDM sektor perhubungan laut khususnya para nelayan pengguna KLM,” kata Wahid.

BP2IP Barombong, menurut Wahid mendapatkan tugas untuk mendiklat nelayan tradisononal agar mereka sadar dan peduli akan keselamatan khususnya saat berlayar dengan KLM.
“Peserta diklat berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara,” jelas Wahid.

Alumni PIP Makassar itu menambahkan, keselamatan pelayaran khususnya bagi para nelayan harus terus ditingkatkan. “Mereka biasa berlayar jauh ke tengah laut tanpa dibekali ilmu pengetahuan yang cukup termasuk di bidang keselamatan,” kilah Wahid.

Oleh karena itu, program diklat pemberdayaan nelayan KLM ini fokusnya di bidang keselamatan. “Mereka harus sadar dan paham mengenai keselamatan pelayaran, bisa menolong korban kecelakaan di laut. Aspek keselamatan pelayaran harus ditingkatkan kapan dan dimanapun dia berlayar,” terang Wahid.

“Melalui diklat BST KLM ini diharapkan mencegah kecelakaan di laut sekaligus meningkatkan pendapatan mereka sebagai nelayan,” tegas Wahid.(helmi)

  • Iswadi

    kalau diluar sulsel bisa gak ya di ikut sertakan untuk diklat BST?

  • JOHN ALBERT SITYMEANG

    TOLONG DI HUBLA SUDAH PUNGLI UANG PELAUT DAN NELAYAN LEBIH DARI 5 TRILYUN SELAMA 25 TAHUN TIDAK ADA YANG BERANI BONGKAR

  • JOHN ALBERT SITYMEANG

    mana tanggung jawab hubla 9 nelayan yang mau kerja di jegal di bandara seandainya nelayan pakai fisherman book dan gunakan kopetensi pejabat hubla kurus kering tidak sekarang ini pejabat hubla gendut gendut,inilah kepintaran hubla nelayan di paksakan gunakan bst dan seaman book,nelayan bukan pelaut nelayan adalah pencari ikan di laut
    searusnya kementerian kelautan dan perikanan yang menangani nelayan hubla tidak ada hubungan nya dengan nelayan
    sebelum ada kementerian kelautan dan perikanan boleh hubla tangani masalah nelayan ]
    kasus di bandara harus di pengadilan dan saya siap hadapi dan nanti di pengadilan saya bongkar kasus pungli di hubla
    selama 25 tahun nelayan dan pelaut selalu di bodohi,kok hanya sertepikat bst atau yang lain nya berlaku hanya 5 tahun setelah itu harus di daptarkan lagi dan bayar lagi sangat luar biasa hubla merampok uang nelayan dan pelaut brovo hubla

  • JOHN ALBERT SITYMEANG

    tidak ada hak hubla gagalkan orang yang mau kerja saya yang bongkar kasus nelayan yang tampa dokumen dan ada ribuan nelayan kita disana yang di berangkatkan dari bali dan muara baru hanya gunakan foto copy ktp dan di biarkan oleh syahbandar di benoa bali dan muara baru ini ada kong kalikong antara perusahaan perikanan dan syahbandar

  • JOHN ALBERT SITuMEANG

    ingat kejadian di cape town 74 nelayan terlantar dan 5 nelayan meninggal kelaparan di senegal semua berbendera indonesia ,kok bisa kapal mafia taiwan bisa kapal berubah berbendera indonesia
    saya mau tanya yang buat surat itu keluar dari……..? ini semua yg keluarkan adalah hubla

  • JOHN ALBERT SITUMEANG

    mana gunawan kao itu orang batak yang paling bodoh di adu domba oleh kpi mau saja kpi itu hanya rampok uang pelaut saja dengan alasan kartu ke anggotaan Rp300 ribu setahun kalau ada masalah pelaut apa kpi bantu nol jawaban nya

  • JOHN ALBERT SITUMEANG

    KPI ITU BANCI BERHADAPAN DENGAN IFF MENCIUT KPI MARAH DENGAN IFF DI KARNAKAN MESIN KTKLN DI ANGKAT DARI KANTOR KPI DI CIKINI NGURUS PELAUT SAJA TIDAK BECUS KOK MAU URUS NELAYAM

  • JOHN ALBERT SITUMEANG

    BASIC SAFETY FOR FISHERMAN BUKAN WEWENANG HUBLA YANG BERWENANG ADALAH KKP MARI KITA DORONG KKP AGAR DIA BERANI KOK KEMENTERIAN TAKUT DENGAN DITJEN HUBLA