Angkasa Pura 2

BP2IP Barombong Mulai Gelar Diklat BST KLM Untuk Para Nelayan

Dermaga SDMJumat, 14 Agustus 2015
Abul Wahid2

BAROMBONG (beritatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong Sulawesi Selatan mendapat kehormatan untuk mendidik dan melatih (diklat) 510 kru Kapal Layar Motor (KLM) dan Kapal Motor Nelayan dari wilayah Sulawesi Tenggara, Tengah dan Utara. Program diklat Basic Saftey Training (BST) untuk kru Kapal Layar Motor dan Kapal Nelatan Motor merupakan bagian upaya Pemerintah untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekligus mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) tahun 2015 untuk menggelar diklat Basic Safety Training (BST) KLM termasuk di wilayah Sulawesi yang digelar di BP2IP Barombong. Diklat tahap pertama untuk 30 orang sudah dibuka oleh Kapusbang SDM Perhubungan Laur Drs. Ridwan Setiawan mewakili Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si,” kata Kepala BP2IP Barombong, Makassar Ahmad Wahid, ST, MT, M.Mar.E kepada beritatrans.com, Jumat (14/8/2015).

“Proses rekrutmen dan diklat BST KLM ini akan terus dilakukan bersama Pemda khususnya Dinas Perhubungan di daerah sampai kuota terpenuhi. Diklat dasar mengenai keselamatan dan penyelamatan di laut ini dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan serta mencegah jatuhnya korban kecelakaan di laut, terlebih bagi para nelayan pengguna KLM atau KNM di daerah,” jelas Wahid yan didampingi Kahumas BP2IP Barombong Nursyam Maharang itu.

Untuk merekrut peserta, lajut dia, panitia yang telah dibentuk melalukan komunikasi dengan instansi terkait yang ada di wilayah tersebut. Kemudian panitian langsung ke lokasi melakukan perekrutan dengan seleksi administrasi dan kesehatan.

“Sampai saat ini Tim Seleksi telah berkunjung ke beberapa wilayah. Di Sulawesi Tenggara Tim seleksi merekrut peserta di Pulau Buton dan Kendari. Di Sulawesi Tengah Panitia merekrut peserta di Pantoloan dan Luwuk.untuk wilayah Sulawesi Utara seleksi dilaksanakan di Bitung,” jelas Wahid.

Dia menambahkan, program diklat BST KLM ini dimaksudkan untuk mewujudkan slogan safe, secure and clean ocean bukan sesuatu yang mudah mengingat lautan dan samudera. Kebijakan ini berlaku umum bagi semua orang yang bekerja di aut termasuk para nelayan.

Masih banyaknya terjadi kecelakaan di laut yang menelan korban jiwa dan materi serta pencemaran yang mengganggu ekosistem laut. Semua itu, mengharuskan adanya sosialissi dan diklat yang lebih intensif para kru kapal terhadap keselamatan dasar. “Terciptanya laut yang aman, selamat dan bersih bukan hanya tanggung jawab kru kapal-kapal niaga namun kapal-kapal kecil seperti Kapal Layar Motor dan Kapal Motor Nelayan juga memiliki kewajiban yang sama,” sebut Wahid.

Alumni PIP Makassar itu menamahkan, sesuai UU No.17/2008 tentang Pelayaran, seluruh kru kapal-kapal dengan ukuran tertentu dalam pengawakannya harus memiliki pemahaman tentang keselamatan dasar di laut yang dibuktikan dengan sertifikat. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama termasuk para nelayan yang bekerja di laut. Dengan harapan, kecelakaan bisa ditekan dan jatuhnya koran di laut bisa dikurangi,” terang Wahid.

“Beruntunglah para kru Kapal layar Motor dan kapal Motor Nelayan yang ada di wilayah Sulawesi tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara yang mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan keselamatan dasar yang semuanya dibiayai oleh Pemerintah APBN-P tahun 2015. Diklat ini gratis dengan kuota sampai 510 orang. Diharapkan sebelum akhir tahun 2015 dikat BST KLM sudah selesai. Sesuai rencana diklat BST KLM akan ditutup oleh Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,” tegas Wahid.(nursyam/helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari