Angkasa Pura 2

Pakar: Indonesia Harus Segera Antisipasi Laju Pertumbuhan Sepeda Motor

KoridorSelasa, 18 Agustus 2015
sepeda motor di Jakarta

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekitar 79% sepeda motor berada di Asia. Laju pertumbuhan sepeda motir dunia sekitar (10,8%) mencapai 3 kali laju pertumbuhan mobil (3,6%). “Semua itu harus diantisipasi Pemerintah Indonesia, baik manajemn lalu lintas atau traffik atau penambahan infrastruktur transportasi yang dibutuhkan nanti,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setiowarno, ST, MT kepada beritatrans.com, di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Pakar transportasi Semarang itu menambahkan, di Asia tahun 2010 (WHO, 2013), Negara China paling banyak populasi sepeda motor (110 juta unit), India (82 juta unit), Indonesia (60 juta unit) & Vietnam (31 juta unit).

“Tingkat kepemilikan sepeda motor untuk 4 negara di Asia (Vietnam, Malaysia, Indonesia & Thailand) miliki ration dari 1 sepeda motor untuk setiap 4 orang. Proporsi sepeda motor terbesar terhadap kendaraan lainnya, di Vietnam miliki porsi sepeda motor tertinggi (96%), Kamboja & Indonesia (83%),” kata Djoko lagi.

Sementara, sebagian besar kematian akibat kecelakaan sepeda motor mencapai 78%. Rata-rata tingkat kematian pengguna sepeda motor adalah 6,5 kematian per 100.000 penduduk), melebihi rata-rata dunia (4,5).

Oleh karena itum Djoko mengusulkan untuk membentuk kebijakan larangan sepeda motor di Tiongkok (menghentikan penerbitan izin sepeda motor baru, pelarangan sepeda motor dari jalan-jalan utama. Kemudian pelarangan sepeda motor di daerah pusat kota, larangan penuh sepeda motor, melarang ijin sepeda motor buatan non Tiongkok atau non lokal).

Di Vietnam, tambah Djoko, melakukan pembatasan penggunaan sepeda motor di Hanoi dan Ho Chi Minh. Kemudian membatasi jumlah kepemilikan sepeda motor per keluarga, tidak boleh masuk area kemacetan tinggi. Sebagai pengganti dibangun 8 jalur Metro di Hanoi, 6 jalur Metro, dan 3 jalur light rail di Ho Chi Minh.(helmi)