Angkasa Pura 2

Indonesian Fellowship For Developing Countries Digelar Di BP3 Curug

SDMRabu, 19 Agustus 2015

TANGERANG (beritatrans.com) – Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Badan Pengembangan SDM Perhubungan menggelar Diklat Indonesian Fellowship For Developing Countries. Diklat di tingkat manager training itu digelar selama tiga pekan, yang merupakan kerja sama Pusbang SDM Perhubungan Udara dengan International Civil Aviation Association (ICAO).

“Indonesia khususnya Pusbang SDM Perhubungan Udara sudah menjadi anggota penuh Airtrain Plus ICAO dan berhak menggelar diklat kompetensi penerbangan untuk negara-negara berkembang anggota ICAO. Diklat ini semua dibiayai dengan DIPA APBN Pusbang SDM Perhubungan Udara dan tempatnya di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbanan (BP3) Curug,” kata Kapusbang SDM Perhubungan Udara Yuli Sadoso Hastono, SE, M.Si kepada beritatrans.com di Tangerang, Rabu (19/8/2015).

Diklat tersebut, lanjutnya diikuti 11 peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Uganda dan beberapa negara sahabat lainnya. “Mereka mengikuti diklat dengan tenaga instruktur dai Pusbang SDM Perhubungan Udara serta tenaga ahli dari ICAO. Diklat digelar selama tiga minggu dan peserta diklat menginap di Asrama RAST Kompleks STPI Curug,” jelas Yuli.

Menurutnya, Pusbang SDM Perhubungan Udara sudah menjadi anggota penuh dan mendapatkan sertifikat Airtrain Plus. Tahun ini, sudah kembali dilakukan re-assement dan dinyatakan lulus dan berhak menggelar diklat bidang penerbangan kelas dunia.

“Diklat ini (Indonesian Fellowship For Developing Countries-red) untuk negara-negara sahabat sampai enam kali. Diklat angkatan pertama dilakukan di BP3 Curug dan selanjutnya akan ditentukan kemudian. Yang pasti, Pusbang SDM Perhubungan Udara akan terus meningkatkan kualitas diklat penerbangan baik di tingkat lokal atau international,” jelas Yuli.

Kepala BP3 Curug Sukarwoto, ST, S.SiT, MM menambahkan, pihaknya siap menyelenggerakan dan mendukung pelaksanaan diklat international hasil kerja sama Pusbang SDM Perhubungan Udara dengan ICAO ini.

“BP3 Curug merasa bangga dan tersanjung dipercaya menggelar dan melaksanakan diklat kelas international ini. Ini artinya, kualitas dan pelayanan diklat di BP3 Curug sudah diakui oleh dunia international khususnya negara-negara anggota ICAO,” kata Woto, sapaan akrab dia.

“Diklat Indonesian Fellowship For Developing Countries yang pertama digelas di BP3 Curug. Sebagai lembaga pendidikan personel penerbangan, BP3 Curug tak ingin mengecewakan kepercayaan pimpinan sekaligus membangun reputasi di dunia international. Kita siap maju dan terus meningkatkan kualitas SDM penerbangan Indonesia dan dunia,” tegas Woto.(helmi)