Angkasa Pura 2

Dana Stabilisasi BBM Harus Masuk Revisi UU Migas

EnergiMinggu, 23 Agustus 2015
Ferdinand Hutahaen

JAKARTA (beritatrans.com) – Dalam kesempatan evaluasi dan proses revisi UU Migas, Pemerintah diharapkan segera memutuskan adanya alokasi dana cadangan di APBN untuk stabilisasi harga BBM. Apabila dalam kurun waktu yang ditetapkan harga minyak berfluktuasi naik dan Pertamina dalam posisi tidak dibolehkan menaikkan harga jual oleh pemerintah.

“Maka atas instruksi Presiden dana cadangan tersebut bisa diambil oleh Pertamina guna menghindari kerugian yang timbul karena Pertamina harus menjual rugi BBM sebagai akibat dari penugasan negara terutama pada Premium RON 88,” kata Direktur Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaen di Jakarta, Minggu (23/8/2015).

“Dana stabilisasi BBM, hakikinya dana tersebut adalah dana cadangan yang hanya boleh dipergunakan bila harga jual BBM dibawah harga keekonomian,” kata Ferdinand.

Ini semacam subsidi, menurut dia, yang berguna melindungi rakyat dari gejolak harga minyak yang mungkin saja tiba-tiba naik.

Pemerintah, menurut Ferdinand, jangan lagi menunda-nunda hal ini, ini adalah moment yang sangat tepat agar kita mulai menata satu persatu tata niaga BBM nasional.

“Demi kebaikan negara, rakyat dan juga untuk menjaga sehatnya kinerja Pertamina dalam menyediakan dan menyalurkan BBM bagi rakyat,” tandas Ferdinand.(helmi)

loading...