Angkasa Pura 2

Regulasi Pelabuhan Ekspor Batubara Lambat

Dermaga EnergiMinggu, 23 Agustus 2015
pelabuhan

JAKARTA (beritatrans.com) — Rencana pemerintah membuat regulasi yang mengatur tentang pelabuhan khusus ekspor batubara berjalan lambat.

Padahal, sebelumnya pemerintah berencana menetapkan 14 pelabuhan khusus untuk ekspor batubara. Alasan kebijakan ini agar pemerintah bisa menekan perdagangan batubara ilegal, kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Adhi Wibowo, kemaarin.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan. Ia mengklaim tidak ada perdebatan antara pemerintah dan pengusaha batubara.

Padahal, sebelumnya terjadi pro dan kontra di kalangan pengusaha mengenai rencana membuat pelabuhan khusus ekspor batubara. “Kalau nanti jadinya tetap 14 pelabuhan ya lokasinya tetap, tujuh di Pulau Sumatera dan tujuh di Kalimantan,” ujar dia seperti dilansir antaranews.com.

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif menilai, dengan penetapan pelabuhan khusus ekspor batubara maka beban pengusaha batubara makin berat. Sebabnya, selama ini pengusaha lebih memilih pelabuhan yang terdekat sehingga biaya angkut menjadi murah.

Tahun lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemhub) terkait penetapan pelabuhan khusus kegiatan ekspor komoditas batubara. Rencananya ada 14 pelabuhan utama di Sumatera dan Kalimantan yang melayani pertambangan batubara.(fenty)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari