Angkasa Pura 2

Bay M Hasani: Kemenhub Akan Persingkat Waktu Penumpukan Barang di Pelabuhan Tanjung Priok

DermagaSenin, 24 Agustus 2015
IMG_20150824_125808_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sedang mempersiapkan regulasi terkait upaya mempersingkat waktu upaya penumpukan barang di pelabuhan, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara memperbaiki dwelling time.

“Peraturan Menteri Perhubungannya sedang dalam proses,” kata Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta, Bay M. Hasni usai kegiatan Forum Kehumasan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/8/2015).

Bay M. Hasani menjelaskan, selama ini regulasi mengatur lamanya penumpukan barang di terminal pelabuhan sampai dengan 7 hari dengan mempertimbangkan Yard Occupancy Ratio (YOR) pada masing-masing terminal.

Dengan regulasi yang baru nanti, Kemenhub akan mempersingkat waktu penumpukan barang di pelabuhan maksimal tidak akan memperhatikan YOR lagi. Waktu penumpukannya juga dipersingkat dari 7 hari menjadi 3 hari.

“Tapi jika sebelum 3 hari YOR sudah mencapai 65% atau lebih, maka barang tersebut harus segera dikeluarkan dari terminal pelabuhan” katanya.

Terkait dwelling time, Bay M Hasani menjelaskan bahwa pada posisi 17 Agustus 2015 kemarin, total dwelling time 5,35 hari. Sebelumnya posisi Juni 2,56 hari dan Juli 5,65 hari.

“Penyumbang terbesar dwelling time masih Pre customs clearance sebesar 66% sampai 70%. Kemudian disusul post customs clearance 21,59%, dan customs clearance 12,21%,” ujar Bay M Hasani. (wilam/aliy)