Angkasa Pura 2

Tommy Buka Diklat Pembentukan Karakter Ribuan Taruna Perhubungan Di Puslatpurmar 4 TNI AL

SDMMonday, 24 August 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Tantangan yang dihadapi sektor transportasi Indonesia makin berat dan kompleks. Sementara, sektor transportasi memiliki peran strategis dan menjadi urat nadi dalam pembangunan nasional. Kalian sebagai calon perwira transportasi perhubungan harus bisa mengantisipasi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Bangsa Indonesia suka atau tidak suka, mau atau tidak mau,akan memasuki persaingan global yang pelik dan mendilema yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean/ MEA,” ungkap Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si pada pembukaan Diklat Masa Dasar Pembentukan Karakter Taruna Transportasi Tahun 2015 yang diselenggarakan di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Korps Marinir 4 Purboyo Malang Jawa Timur, Senin (24/8/2015).

Diklat pembentukan taruna perhubungan ini diikuti oleh 2.723 orang taruna. Mereka akan mengikuti diklat yang digelar di Puslatpurmar 4 TNi AL, Purboyo, Malang, Jawa Timur. Ikut hadir dalam acara tersebut, Komandan Korp Marinir TNI AL, Kolatmar dan seluruh Kepala UPT BPSDM Perhubungan dari seluruh Indonesia.

Pembangunan karakter yang dilakukan oleh Kemenhub melalui taruna-taruna tranportasi, Tommy mengemukakan merupakan jumlah terbesar dan terlama waktunya yang pernah diselenggarakan di Indonesia, ini merupakan implementasi dari program revolusi mental yg digagas oleh Presiden RI.

Madatukar1

Dalam keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com, Tommy, sapaan akrab dia mengatakan, kehadiran investor dan tenaga kerja asing akan sangat mengancam eksistensi atau peran anak bangsa, diperburuk dengan terancamnya perusahaan dalam negeri yang harus mampu bersaing dengan kapitalis tingkat Asia dan Dunia.

“Batas-batas antar negara tidak lagi menjadi eksklusifitas namun lebih tepat menjadi potensi komoditas bagi bangsa – bangsa lain, sehingga dapat dikatakan kedaulatan Negara Republik Indonesia sangat dipertaruhakan. Semua ini tentu memerlukan kesiapan seluruh warga bangsa untuk merapatkan barisan, bersatu menghadapi itu semua. Hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian kita semua, karena itu semua adalah bagian dalam hidup yang harus lkita jalani sebagai Bangsa yang Berdaulat di tengah kehidupan global,” kata Tommy lagi.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut dia, Menteri Perhubungan telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan termasuk dalam hal ini Badan Pengembangan SDM Perhubungan untuk dapat merubah pola pikir atau mindset-nya agar senantiasa mampu bekerja keras melaksanakan pengabdian kepada Bangsa dan Negara di bidang Pendidikan dan Pelatihan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi serta memiliki nilai tambah guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan keselamatan dibidang transportasi.

Madatukar4

“Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang transportasi yang baik, jelas Tommy, akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan Nasional antara lain dengan disiplin, loyalitas, integritas, rasa bangga bila berkinerja baik, serta mampu bekerjasama dan peduli dengan orang lain, adalah yang harus dimiliki oleh setiap lulusan Diklat Transportasi,” papar Tommy menirukan Menhub

Diklat pembentukan kharakter taruna perhubungan, tambah Tommy harus menjadi bekal awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. “Anda seluam adalah calon taruna bahkan perwira transportasi. Wajib hukumnya untuk bisa menjadi contoh dan telan di semua bidang kehidupan. Selain itu, semua insan perhubungan tanpa kecuali minimal memiliki tiga criteria dasar, yaitu prima fisiknya, professional kerjanya dan beretika yang baik. Itulah target utama yang harus diperoleh setelah para taruna menyelesaikan diklat diklat di Puslatpur Purboyo ini,” tegas Tommy.(helmi)