Angkasa Pura 2

Setelah Dead Lock

Lolo: Mayoritas Anggota INSA Sepakat Bentuk Caretaker Ketua

Dermaga SDMSelasa, 25 Agustus 2015
IMG_20150825_144237_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Lolo Sujatmiko bersama Harry L dua pimpinan sidang dalam Rapat Umum Anggota (RUA) INSA ke XVI sepakat membentuk caretaker ketua untuk menjamin kelangsungan roda organisasi INSA . Selain itu juga untuk memfasilitasi dan menampung aspirasi anggota yang jumlahnya mencapai 2.600 perusahaan di seluruh Indonesia.

“Keputusan membentuk caretaker Ketua INSA diambil setelah terjadi daed lock pada RUA INSA akhir pekan lalu. Organisasi INSA harus tetap berjalan, sambil kita berusaha membenahi dan membentuk pengurus baru nanti,,” kata Lolo Sujatmiko kepada pers di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Lolo mengaku sedih dan sangat menyayangkan kasus terjadinya dead lock dalam proses pemilihan Ketua DPP INSA yang terjadi pekan lalu. Organisasi sebesar INSA dan anggota orang-orang terpelajar tak semestinya terjadi begitu. “Tapi apa boleh buat, semua itu sudah terjadi,” keluh Lolo.

“Kami mengambil insiatif dan tentunya setelah mendapat persetujuan lebih dari 50% anggota yang hadir saat itu. Organisasi INSA harus diselamatkan dan roda organisasi tak boleh berhenti. Pemilihan ketua kemarin dead lock, kita mengusulkan dibentuk caretaker dan mereka setuju,” kata Lolo yang juga menjadi Ketua OC dalam RUA INSA XVI yang lalu.

Diakui pengusaha pelayaran ini, caretaker ketua memang tak dikenal dalam AD/ ART INSA. Tapi, demi kebaikan bersama anggota sekaligus menyelamatkan organisasi, INSA harus tetap berjalan dan ada ketuanya. “Kami lontarkan untuk membentuk caretaker dan mayoritas anggota yang hadir setuju,” aku putra Kediri Jawa Timur itu.

“Sebagai mantan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Ketua OC RUA INSA saya mengusulkan dibentuk caretaker itu. Dalam waktu 15 hari mendatang akan dibentuk dan disampaikan ke anggota,” jelas Lolo.

Carerater Ketua INSA nanti hanya bertugas menjalankan tugas rutin dan memastikan organisasi INSA tetap berjalan. “Selanjutnya, mereka akan memfasilitasi pembentukan pengurus INSA baru yang definitif dan bisa diterima semua pihak,” tandas Lolo.

Penghitungan Suara Diulang

Dia menambahkan, dalam RUA INSA yang lalu, semua berjalan lancar. Agenda pembukaan bagus dan dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Sidang Pleno pertama yang membahas organisasi, tata tertib dan pembagian komisi berjalan lancar.

Sidang Pleno kedua, menurut Lolo membahas laporan pertanggungjawaban Ketua INSA Carmelita Hartoto. Meski ada riak-riak kecil dan protes disana-sini, namun agenda ini masih bisa diselesaikan dengan baik.

“Pada Sidang Pleno ketiga yaitu pemilihan ketua umum terjadi masalah. Awalnnya bagus, proses pemungutan suara dilakukan dan dihitung bersama lengkap dengan saksi-saksi kedua kandidat, yaitu Johnson B.Sutjipto dan Carmelita Hartoto, yang juga calon petahana,” sebut Lolo.

Dalam proses penghitungan suara itu, Johnson mendapat suara 386 suara dan Carmelita mendapatkan 368 suara serta 5 suara rusak. “Saat itulah mulai terjadi silang pendapat dan minta perhitungan suara diulang kembali. Tapi hasilnya justru berbeda, Johnson tetap memperoleh 386 suara dan Carmelita Hartoto turun menjadi 363. Artinya ada 5 suara turun dan itu yang masalah yang akhirnya pemilihan dinyatakan dead lock oleh Ketua Sidang Hamka, tanpa konsultasi dan persetujuan pimpinan sidang lainnya,” papar Lolo.

“Carut marut masalah itulah yang akan di atasi dan diselesaikan bersama. Untuk menjernihkan susana, semua informasi yang mengatasnamakan INSA hendakya dikonfirmasi kepada pihak terkait. DPP INSA khususnya kami (Lolo dan Harry) siap memfasiitasi dan menjelaskan semua ini,” tegas Lolo.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari