Angkasa Pura 2

Lolo: Pihak Berseberangan Di INSA Sebaiknya Segera Rekonsiliasi

Dermaga SDMSelasa, 25 Agustus 2015
Meme dan johnson

JAKARTA (beritatrans.com) – Mantan Wakil Ketua Umum INSA Lolo Sujatmiko mendesak para pihak yang berselisih paham di INSA segera akur dan cepat-cepat melakukan rekonsiliasi untuk membangun kejayaan organisasi dan pengusaha pelayaran di Tanah Air. Kasus dead lock dalam pemilihan Ketua Umum INSA pekan lalu menjadi preseden buruk yang tidak boleh diulang kembali.

“Kita semua adalah teman, tak baik terus dibiarkan begini. Sebagai teman, saya berharap para pihak, khususnya dua kandidat Ketua INSA Jonhson B.Sutjipto dan Carmelita Hartoto segera duduk bersama, melakukan rekonsiliasi untuk membangun organisasi INSA yang lebih baik ke depan,” kata Lolo Sujatmiko di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

“Saya tak tahu, bagaimana baiknya. Mereka berdoa adalah orang-orang hebat yang ikut membangun dan membesarkan INSA. Sayang kalau semua harus diakhiri begini tragis,” jelas Lolo.

“Sebagai Ketua OC Rapat Umum Anggota (RUA) INSA, saya akan segera membangun komunikasi dan mempertemukan kedua pihak untuk mencari solusi yang terbaik. Kalau bisa diselesaikan baik-baik, mengapa mencari yang sulit,” kilah Lolo.

Menurutnya, rekonsiliasi merupakan salah satu solusi terbaik untuk menyelesaikan kemelut di INSA. “Kalau mau jujur, semua proses RUA kemarin sudah dijalankan dengan baik, bahkan sampai dilakukan pemilihan ketua dan ada perhitungan suara. Sayang, kondisi tersebut justru dinyatakan dead lock dan terjadi kemelut seperti sekarang,” kilah Lolo.

Meski dalam AD/ART INSA diatur tata cara RUA Luar Biasa (LB) untuk mencari dan memilih Ketua Umum yang baru, menurut Lolo, prosesnya sangat panjang dan butuh syarat yang berat. Memang semua itu ada dan diatur dalam AD/ ART organisasi INSA.

“Salah satunya harus diusulkan 50% plus 1 dari toltal anggota. Saat ini, jumlah anggota tercatat ada sekitar 2.600 perusahaan. Tapi, anggota yang aktif ada 1.600 perusahaan. Apa mungkin itu dilakukan saat ini, mengingat RUA kemarin dengan hanya 1.600 anggota butuh proses dan direncanakan sangat lama,” kilah Lolo.

Untuk menyelamatkan INSA dan demi kebaikan ribuan perusahaan pelayaran anggota INSA, tambah Lolo, akan sangat baik jika mereka segera bertemu dan melakukan rekonsiliasi. “INSA harus diselematakan dan roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tandas Lolo.

“Kita anggota INSA mengharapkan kebesaran hati dan jiwa tokoh pelayaran nasional itu. Terus bersengketa tak akan menguntungkan apalagi Indonesia termasuk perusahaan pelayaran akan menghadapi tantangan yang makin berat dan kompleks,” tegas Lolo.(helmi)

loading...