Angkasa Pura 2

Menhub Jonan Akan Resmikan Sarana dan Prasarana Transportasi Kawasan Timur Indonesia

DermagaKamis, 27 Agustus 2015
Jonan...

JAKARTA (beritatrans.com) – Sejumlah sarana dan prasarana transportasi di kawasan timur Indonesis akan diresmikan oleh Menteri Pehubungan Ignasius bersama sejumlah pejabat di Lingkungan Kementerian Perhubungan dan pejabat Provinsi Papua Barat, Sabtu (29/8/2015). Acara peresmian akan dipusatkan di Pelabuhan Laut Arar, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Keterangan tertulis dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan yang diterima beritatrans.com dan Tabloid BeritaTrans di Jakarta, Kamis (27/8/2015) menyebutkan, sejumlah sarana dan prasarana transportasi yang telah selesai pembangunannya antaralain Pelabuhan Laut Arar; Pelabuhan Penyeberangan Arar; Pelabuhan Penyeberangan Waigeo; KMP Lema – 750GT rute Sorong – Waigeo; KMP Erana – 750GT rute Kaimana – Tual; KMP Ile Labalekan – 750GT rute Kupang – Hansisi; KMP Moinit – 750GT rute Amurang – Toli-Toli; KMP Bambit – 300GT rute Merauke – Asmat; dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong.

Pelabuhan Laut Arar di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat dibangun sejak tahun 2008 melalui dana APBN Kementerian Perhubungan sebesar Rp172 miliar. Dengan dimensi dermaga 150 x 15 m² diharapkan pelabuhan ini dapat menjadi feeder dari Pelabuhan Laut Sorong.

Pelabuhan Arar diharapkan dapat mendukung Kawasan Industri Arar sebagai suatu kawasan yang memegang peranan penting dari aktivitas Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di blok kepala burung. Nantinya pelabuhan Laut Arar mampu disandari kapal dengan bobot 10.000 dead weight tonage (DWT) untuk kapal curah cair, 8.500 DWT untuk kapal tambang batubara serta 5.000 DWT untuk kapal kontainer.

Begitu juga dengan Pelabuhan Penyeberangan Arar dan Pelabuhan Penyeberangan Waigeo dibangun melalui dana APBN Kementerian Perhubungan dengan total alokasi dana APBN masing-masing Rp61,757 miliar dan Rp47,447 juta.

Dengan panjang dermaga 72 meter Pelabuhan Penyeberangan Arar mampu melayani kapal berkapasitas 600 GRT – 1.000 GRT.

Sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Waigeo yang memiliki panjang dermaga 75 meter mampu melayani kapal berkapasitas 500 DWT – 800 DWT.

Selain pelabuhan, Jonan akan meresmikan pengoperasian lima unit kapal penyeberangan terdiri dari empat kapal dengan ukuran 750GT dan satu kapal dengan ukuran 300GT. Kapal berukuran 750GT berkapasitas 196 penumpang dan 25 unit kendaraan. Kapal berukuran 300GT berkapasitas 96 penumpang dan 11 unit kendaraan. Kapal-kapal ini nantinya akan melayani di beberapa lintas penyeberangan di Kawasan Timur Indonesia.

Adapun Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong dibangun pada tahun 2007 dan telah mulai beroperasional sejak tahun 2009. Dengan instruktur dan tenaga kependidikan sebanyak 81 orang, BP2IP Sorong saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gedung kantor, gedung kelas berkapasitas 540 siswa, asrama berkapasitas 430 siswa, bridge simulator, engine simulator, kolam latih, fire fighting laboratory, radar dan arpa simulator, dan fasilitas penunjang lainnya.

Sejak beroperasi tahun 2009 BP2IP Sorong telah meluluskan sebanyak 8.548 orang siswa.

Dengan adanya BP2IP di Sorong maka diharapkan akan membuka kesempatan bagi putera/puteri daerah khususnya di Papua untuk mendalami ilmu di bidang kelautan.

Saat ini lulusan BP2IP Sorong telah tersebar bekerja terutama di seluruh Kawasan Timur Indonesia.

Keberadaan BP2IP di Sorong merupakan wujud nyata pemerataan pengembangan sumber daya manusia transportasi di wilayah timur Indonesia.

Pembangunan sarana dan prasarana transportasi di Kawasan Timur Indonesia sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kawasan Timur Indonesia, pembangunan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat menciptakan konektivitas antar wilayah dan membuka keterisoliran suatu wilayah. (aliy)

loading...