Angkasa Pura 2

Sekjen: Pemerintah Tetap Pertahankan Asas Cabotage

Dermaga KoridorKamis, 27 Agustus 2015
Pelantikan Pejabat Di Lingkungan Kementerian Perhubungan_25 Agustus 2015_1_edit

YOGYAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan akan tetap mempertahankan asas cabogate atau keberpihakan kepada kepentingan nasional dalam sistem transportasi lintas negara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo dalam konferensi pers pada Kelompok Kerja Fasilitasi Angkutan ASEAN (TFWG) di Yogyakarta, Kamis (27/8/2015) mengatakan meskipun tujuannya sama, yakni untuk mempermudah sistem transportasi lintas benua, tetapi tidak menampik asas cabotage.

“Standarnya memang harus universal, tetapi sebagai regulator harus tetap memperjuangkan kepentingan operator transportasi di Indonesia,” ujarnya.

Sugihardjo mengatakan saat ini masih digodok untuk ketentuan mengenai menurunkan dan menaikkan penumpang di negara transit.

Perlu diketahui, terdapat tiga kategori negara dalam transportasi lintas negara, “home country” (negara awal keberangkatan), “transit country” (negara yang dilintasi) dan “host transit” (negara tujuan).

“Dalam implementasi asas ‘cabotage’ ini tidak boleh terlalu kaku juga tidak boleh terlalu longgar,” ucapnya seperti dilansir Antara.

Selain itu, lanjut dia, juga dibahas mengenai pengujian kendaraan bermotor, surat izin mengemudi (SIM) yang diterima di wilayah ASEAN dan sebagainya.

“Persyaratan kendaraan laik jalan, kita sepakati serta ketentuan untuk bea cukai untuk pengiriman biaya logistik, seharusnya kita bisa belajar dari negara-negara Eropa,” tuturnya.

Sugihardjo mengatakan tujuan diadakan pertemuan tersebut juga untuk mewujudkan visi pasar tunggal dan basis produksi seperti yang direncanakan dalam cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk itu, dia mengatakan sebagai bagian dari MEA, Indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan pembinaan agar lebih profesional.

“Diperlukan adanya pembinaan baik dari aspek manajerialnya karena kita betul-betul bersaing untuk menarik perhatian konsumen karena mereka akan memilih mana yang memberikan manfaar lebih dengan biaya sewajarnya,” ujarnya. (aliy)

loading...