Angkasa Pura 2

Tommy: Instruktur Penerbangan STPI Curug Harus Kerja 8 Jam Sehari

Figur SDMKamis, 27 Agustus 2015
tommy BPSDM

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan sudah menandatangani kontrak kerja resmi dengan instruktur dan inspektur penerbangan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug. Seluruh SDM yang ada akan dioptimalkan untuk proses diklat personel penerbangan di Tanah Air.

“Mereka sepakat mengoptimalkan jam kerja, minimal 8 jam sehari atau 40 jam seminggu,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si kepada beritatrans.com di Jakarta, Rabu (26/8/2015) malam.

Kini, lanjut dia, instruktur penerbangan harus fokus dan serius mengajar di kampus atau menjadi instruktur penerbangan untuk taruna atau taruni.

“Dengan begitu, semua program pendidikan calon pilot bisa optimal untuk mengejar ketimpangan yang ada,” jelas Tommy, sapaan akrab dia.

Menurutnya, ke depan instruktur tetap boleh terbang di maskapai seperti biasanya. Tapi, mereka harus mengatur waktu dengan baik. “Boleh terbang, tapi diatur. Yang pasti, patokan kerja 8 jam sehari dan 40 jam seminggu terpenuhi,” tandas Tommy.

Oleh karena itu, papar dia, kasus-kasus instruktur mangkir kerja sampai beberapa bulan dan tetap menerima gaji tidak boleh terjadi lagi.

“Kita sudah membuat perjanjian kerja yang jelas. Jam kerja mereka jelas dan semua ada sanksinya,” terang Tommy.

Tunjangan Naik

Tommy menambahkan, BPSDM Perhubungan juga komitmen untuk meningkatkan gaji dan kesejahteraan instruktur pilot di STPI.

“Tunjangan mereka akan dinaikkan dari Rp350 ribu menjadi Rp750 ribu per jam. Demikian juga gajinya akan disesuiakn lebih baik dibandingkan sebelumnya,” sebut Tommy.

Ke depan, gaji instruktur plus tunjangan mereka jauh lebih baik. “Dalam sebulan, mereka akan menerima Rp20 juta sampai Rp40 juta. Jika mereka masih terbang, bisa mencapai Rp60 juta per bulan,” terang Tommy.

Gaji dan kesejahteraan instruktur pilot STPI akan setara dengan pilot. Komersial. “Silisih gaji pilot dengan instruktur yang terjadi selama ini diperbaiki. Konsekuensinya kinerja mereka juga harus baik,” urai Tommy.

“Kalau gaji sudah baik, tapi kinerja tak bagus juga baru layak diganti. Jika tak cocok, silakan mundur. Nanti aku siapkan instruktur dari TNI AU,” tegas Tommy.(helmi)

loading...