Angkasa Pura 2

Kemenhub Gelar Penilaian Keselamatan Antar Operator Transportasi

Bandara Dermaga EmplasemenJumat, 28 Agustus 2015
Bus Akap(1)

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan program Penilaian Keselamatan Transportasi (Transportation Safety Awards/TSA), bagi para operator penyelenggara pelayanan jasa transportasi. Penilaian dilakukan mulai tahun 2015 atau yang pertama di Kemenhub RI.

Mereka itu meliputi: operator kereta api, operator bus AKAP, operator taksi, operator kapal penyeberangan, operator kapal laut penumpang, dan operator penerbangan, baik yang dilaksanakan oleh BUMN maupun swasta.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti di Jakarta, Jumat (28/8/2015) mengatakan bahwa pemberian penghargaan keselamatan transportasi merupakan bentuk perhatian dan dukungan bagi penyelenggaraan sistem pelaksanaan transportasi Indonesia.

“Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong para penyelenggara jasa transportasi untuk memberikan layanan yang terbaik, khususnya yang menyangkut faktor keselamatan”, kata Umiyatun.

Sebelum dilaksanakan penilaian kepada peserta/ operator penyelenggara jasa transportasi, dilakukan sosialisasi di 3 (tiga) tempat. “Peserta wilayah Timur dan Tengah Indonesia,

landasan-bandara-soekarno-hatta-diperbaiki-banyak-pesawat-delay

sosialisasi dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 13-14 Agustus 2015. Kegiatan sosialisasi untuk peserta wilayah Barat Indonesia, dilaksanakan di Pekanbaru pada tanggal 20-21 Agustus 2015,” kata Umniyatun.

Sedangkan untuk peserta wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, jelas dia, serta peserta yang belum sempat mengikuti sosialisasi di Surabaya dan Pekanbaru, diperkenankan mengikuti kegiatan sosialisasi di Jakarta, pada tanggal 27 Agustus 2015.

Kriteria yang ditetapkan dalam penilaian keselamatan transportasi ini meliputi empat hal pokok yaitu: kriteria organisasi (komitmen dan kebijakan, serta manajemen keselamatan) dengan bobot nilai 15%.

Kemudian kriteria SDM (dukungan SDM terhadap keselamatan, dan pembinaan internal perusahaan terhadap SDM keselamatan) dengan bobot nilai 40%; kriteria sarana (standar pengadaan dan pelaksanaan keselamatan, dan standar perawatan sarana) dengan bobot 35%; dan kriteria pendukung manajemen keselamatan (database, dan sistem pelaporan operasional) dengan bobot nilai 10%.

Kegiatan penilaian dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi (PKKPJT) Kemenhub, Konsultan, dan juga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Penilaian ke lapangan akan dilaksanakan pada bulan September dan Oktober 2015, dilanjutkan dengan proses penetapan pemenang lomba pada bulan November 2015.

“Sementara itu pemberian penghargaan kepada pemenang lomba oleh Menteri Perhubungan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015,” urai mantan pejabat Bappenas itu.

“Pemberian Penghargaan Keselamatan Transportasi yang rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali ini diharapkan akan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia,” tegas Umniyatun.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari