Angkasa Pura 2

Dikepung Demo Buruh, Jokowi Makan Siang Bareng Sopir Angkot dan Ojek di Istana

Another News KoridorSelasa, 1 September 2015
Presiden_dan_Gojek_detik.com

JAKARTA (beritatrans.com) – Seolah tak terpengaruh atau minimal untuk mengimbangi perhatian publik terhadap unjuk rasa kaum buruh yang digelar hari ini, Selasa (1/9/2015), Presiden Joko Widodo (jokowi) mengajak para sopir angkutan umum atau angkot dan tukang ojek makan siang bersama di Istana kepresidenan.

Di luar Istana, ratusan kaum buruh berorasi sambil berpanas-panasan menuntut berbagai hak mereka. Di dalam Istana, para pekerja transportasi seperti para pengojek, supir mikrolet, kopaja, kopami jaya, metromini, bajaj, dan taksi menyampaikan aspirasinya kepada Presiden RI ke-7 itu di ruang berpendingin udara (AC) yang nyaman sambil menyantap makan siang yang disediakan pihak Istana.

Dari isi dialog yang disampaikan oleh para perwakilan masing-masing sopir angkutan umum dan ojek itu sebetulnya nyaris tidak ada yang baru. Mereka rata-rata mengeluhkan semakin sulitnya mencari nafkah, persoalan pungli dan tilang, arogansi petugas Polantas dan Dishub, hingga persaingan antar angkutan umum dan ojek dalam mencari penumpang yang kerap berujung pada perkelahian.

Kehadiran ojek dan taksi dengan sistem apilkasi online seperti Go-Jek, GrabBike, Uber, dan sejenisnya tak luput diutarakan ke Presiden usungan partai Koalisi Indonesia Hebat itu. Para pengemudi angkutan umum sistem aplikasi online yang juga turut serta makan siang bersama tentu saja tidak mau disalahkan. Mereka pun beralasan bahwa apa yang dikerjakannya itu demi menafkahi keluarga. Justeru kesempatan makan siang dengan Presiden itu dijadikan oleh para sopir Go-Jek dan BrabBike untuk meminta perlindungan dari Presiden atas perlakuan kekerasan yang sering mereka terima dari para sopir ojek regular atau pangkalan.

Mendengar keluhan mereka, Presiden Jokowi pun hanya berpesan bahwa mereka jangan saling bertengkar. Menurut Jokowi, semua orang yang mencari nafkah harus saling mengerti satu sama lain.

“Jangan berantem loh, saya titip. Masa Go-Jek nggak boleh kerja? Kan sama-sama buat anak-istri. Hidup di manapun itu persaingan,” kata Jokowi.

Terlepas dari kepentingan-kepentingan lain, termasuk untuk mengimbangi sorotan masyarakat terhadap unjuk rasa buruh, Presiden Jokowi memang sepertinya hanya menjadikan momen itu sebagai sarana menyerap aspirasi dari lapangan.

“Saya bisa mendapat pengetahuan. Kalau saya mau keluarkan kebijakan, jadi tahu. Terimakasih Bapak-Ibu semua,” kata Jokowi seperti dilansir detik.com. (aliy)