Angkasa Pura 2

API: Penurunan Tarif Listrik Tak Berpengaruh Pada Industri Tekstil

EnergiRabu, 2 September 2015
Gardu Listrik

JAKARTA (beritatrans.com) — Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat menilai penurunan tarif dasar listrik (TDL) oleh PT PLN (persero) tak berpengaruh signifikan terhadap industri tekstil.

“Kalau penurunannya tidak signifikan, tak usah diumumkan. Tidak berpengaruh terhadap biaya produksi,” kata Ade, Rabu (2/9).

Dia mengatakan, biaya listrik berpengaruh sekitar 18-25 persen terhadap biaya produksi tekstil. “Yang paling besar itu, bahan baku,” katanya dilansir viva.co.id.

Seperti diketahui, PT PLN menurunkan tarif listriknya sebesar Rp23,17 per kWh untuk golongan tenaga rendah (TR) dengan daya 3.500 VA-200 kVA yang terdiri atas golongan R2 3.500 VA-6.600 VA ke atas, golongan R3 daya 6.600 ke atas, dan golongan B-2 data 6.600 VA-200 kVA.

Sementara itu, golongan tegangan menengah B3 (TM) dengan daya di atas 200 kVA dan golongan I3 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya turun dari Rp1.218,26 per kWh menjadi Rp1.200,01 per kWh.

Golongan I4, atau tegangan tinggi dengan daya 30 ribu kVA ke atas, tarifnya turun dari Rp1.086,12 per kWh menjadi Rp1.069,85 per kWh. (fenty)