Angkasa Pura 2

Stasiun Bulak Kapal Terus Dikerjakan

EmplasemenMinggu, 6 September 2015
IMG_20150906_122251

TAMBUN (BeritaTrans.com) – Sebanyak 16 tiang besi, dua tiang beton penyangga arus listrik sudah berdiri kokoh. Di antara jalur satu dan dua sudah berdiri kokoh beton setinggi 2 meter dan panjang 100 meter.

Area turun dan naik penumpang di Stasiun Bulak Kapal sudah tampak jelas terlihat, hanya tinggal bangunan utama yang masih terus dikerjakan. Itulah sekelumit pembangunan Stasiun Bulak Kapal, Minggu (6/9/201)

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan stasiun kereta dari Manggarai hingga Cikarang rampung di tahun 2016 mendatang. Dan, salah satunya adalah Stasiun Bulak Kapal disekitar Taman Pahlawan, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“September pembangunan stasiun Bulak Kapal sudah rampung,” kata Kepala Stasiun Bekasi, Teguh Budiono, yang dilansir Koran Sindo

Stasiun yang sudah ada di Bekasi, lanjutnya, antara lain, Stasiun Bekasi, Tambun, dan Cikarang. Khusus Stasiun Bekasi bakal dirombak total dan diubah menjadi bertingkat, seperti Stasiun Tanah Abang. “Penumpang naik ke atas beli tiket, kemudian turun kembali ke peron,” tutur Teguh.

Dalam pengoperasian dua jalur ganda, lanjutnya, setiap kereta Commuter Line akan berhenti di setiap stasiun dari Cikarang hingga Manggarai. “Rencananya, mulai 2019 sudah bisa dioperasikan. Saat ini masih tahap pembangunan kontruksi,” katanya.

Fungsi jalur double double-track dibangun dari Manggarai sampai Cikarang. Adalah jalur untuk kereta rel listrik dan kereta api jarak jauh terpisah. Dua jalur khusus bagi KRL, sedangkan dua lainnya untuk kereta jarak jauh. Dengan demikian, ketika beroperasi, kedua kereta tersebut tak bersinggungan.

“Jumlah penumpang per hari di Stasiun Bekasi rata-rata 28 ribu orang, sedangkan penumpang kereta lokal sekitar 200 orang. Jumlah penumpang paling banyak tercatat pada pukul 06.00-08.30 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB,” ujarnya.

Ia mengakui masih terjadi keterlambatan jadwal kereta di Stasiun Bekasi. Sebab, dia beralasan, sebagian tertahan di Manggarai. Tapi, kalau pagi, ia mengklaim, kereta selalu tepat jadwal. Soalnya, terdapat delapan rangkaian yang siap mengangkut penumpang di Stasiun Bekasi.

“Pagi-pagi sudah ada kereta siap berangkat. Jadi tidak sampai menunggu lagi,” kata Teguh. Ia yakin, apabila double double-track sudah dioperasikam, penumpang semakin banyak. “Pasti bertambah, kereta sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.(Wepe)