Angkasa Pura 2

Bripka Hasbi dan Bripka Irwan, Dua Pilot Polri Lulusan STPI

Aksi Polisi Figur Kokpit SDMSelasa, 8 September 2015
Profil pilot polri

CURUG (beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) mempunyai sejarah dan pengalaman panjang untuk mendidik calon-calon pilot di Tanah Air. Banyak capten pilot bahkan pejabat maskapai penerbangan nasional seperti Garuda Indonesia adalah alumni STPI.

Ternyata, STPI bukan hanya hebat mendidik penerbang-penerbangn sipil. Tidak sedikit siswa penerbang dari TNI/ Polri yang belajar menjadi pilot di STPI Curug, Tangerang, Banten itu. Mereka itu kebanyakan dari Polisi Udara Mabes Polri atau Puspenerbad TNI-AD.

“Mereka mengambil commercial pilot lisence (CPL) di STPI. Setelah itu baru mengambil ratting, seperti helikopter, pesawat angkut militer dan lainnya. Untuk pendidikan dasar mereka banyak mengambil di STPI,” kata Ketua STPI Ir.Yudhi Sari Sitompul, MM kepada beritatrans.com di Kampus STPI, Senin (7/9/2015).

Bripka Hasbi Harahap dan Bripka Irwan adalah dua sosok pilot baru alumni STPI Curug. Kedua bintara Polisi Udara itu menyelesaikan pendidikan di STPI sekitar 2,5 tahun. “Pendidikan pilot kami agak molor, karena ada kendala teknis, terutama pesawat latih untuk taruna yang terbatas,” kata Hasbi.

Pria asal Bandung yang berdarah Batak itu masuk dinas Polri tahun 2006. Ia menyelesaikan pendidikan dan latihan (diklat) Polisi Udara Mabes Polri di Kompleks Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

“Sejak lulus diklat (SPN Pondo Cabe), langsung dinas di Polisi Udara Mabes Polri. Kami bertugas di Pangkalan Udara Pondok Cabe dan terus mengabdi sebagai aparat negara disana,” jelas Hasbi menjawab beritatrans.com.

Sejalan dengan tugas-tugas di kesatuan Polisi Udara Polri, menurut Hasbi yang diamini temannya Irwan, ada program pendidikan pilot untuk anggota Polri.

“Saat itu dilakukan seleksi ketat mulai dari kesatuan di Polisi Udara, dan lolos 40 orang. Kemudian masuk di STPI dan diseleksi lagi, mulai tes potensi akandemik (TPA), tes psikologi, tes wawancara, tes kesehatan sampai tes bakat terbang,” sebut Hasbi.

Pilot polisi2

Jadi Siswa Penerbang STPI

Semua prosesi dan tahapan seleksi calon pilot dijalani di STPI Curug. Sebelum masuk menjadi siswa taruna penerbangan di STPI Curug dengan seleksi ekstra ketat. Dari 40 orang yang diusulkan kesatuan, saat itu hanya lulus dua orang.

“Kita mengikuti pendidikan penerbangan selama hampir 2,5 tahun. Jadi, meski kami anggota Polri, tetap diperlakukan sama yaitu siswa penerbangan di STPI. Seluruh aturan dan tata tertib berlaku dan harus kami jalankan dengan baik,” kata Hasbi mengenang.

Kalau dibilang berat, menurut Hasbi berat juga. Tapi, ini bagian dari tugas kami sebagai anggota Bhayangkara yang ditugaskan kesatuan untuk belajar menjadi pilot. “Jadi, dijalani saja. Pimpinan menugaskan ini tentu dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang. Inilah yang terbaik untuk saya,” papar Hasbi.

Setelah lulus dan diwisuda menjadi pilot CPL dari STPI Curug, tambah Hasbi, akan kembali ke kesatuan di Polisi Udara Mabes Polri. “Besok (hari ini-red) kami sudaha kembali masuk seperti biasa sebagai anggota Polri. Tentunya kami siap kalau ditugaskan sebagai penerbang,” terang Hasbi.

Kendati begitu, tambah dia, sertifikat dari STPI ini baru pilot pemula atau tingkat dasar yaitu CPL. “Nanti kami masih harus mengambil ratting setelah kembali ke kesatuan. Kemungkinan akan mengambil ratting helikopter. Tapi, semua terserah kebijakan pimpinan nanti. Yang jelas, harus siap ditugaskan dimana saja dan kapan saja” urai anggota Polri itu.(helmi)

loading...