Angkasa Pura 2

Pertamina Sepakat Menurunkan Harga Jual Avtur Di Indonesia

KokpitWednesday, 9 September 2015

JAKARTA  (beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi tiga tugas penting kepada PT Pertamina (Persero). Selain membangun kilang, mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS), Jokowi juga meminta agar harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) yang dijual Pertamina lebih murah dibandingkan harga avtur internasional, khususnya Singapura.

Menurut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta Selasa (8/9/2015) mengatakan, harga avtur yang dijual Pertamina memang lebih mahal sekira 10-15 persen dibandingkan Singapura. Akibatnya, membuat harga avtur di Indonesia kurang kompetitif dan kurang memiliki daya saing di pasar internasional.

Dwi Sutjipto sependapat, agar harga avtur di Indonesia perlu diturunkan agar lebih kompetitif. Terlebih lagi, manfaat yang disampaikan Jokowi jika harga avtur di Indonesia lebih murah adalah dapat mendatangkan pesawat-pesawat sekelas Emirates, Qatar Airways untuk ‘isi bensin’ di Indonesia.

“Penurunan harga avtur akan dilakukan perseroan dengan meningkatkan efisiensi dari proses produksi avtur. Dengan demikian, biaya produksi avtur bisa lebih efisien dan lebih rendah,” kata dwi seperti dikutip okezone.com.

“Jadi ada beberapa hal yang kita memang akan kita sedang lakukan, pertama adalah bagaimana kita meningkatkan efisiensi dari proses, karena sebagian dari avtur ini adalah bagian dari kilang, jadi inovasi di kilang kita sedang akan mudah-mudahan di Oktober mulai bisa ada langkah perbaikan,” paparnya.

Selain itu, Dwi juga meminta dukungan dari pemerintah terkait aspek perpajakan untuk mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif. “Ini yang sedang disiapkan, mudah-mudahan nanti Oktober kita bisa dapat formula yang lebih baik,” tukasnya.

Seperti diketahui, harga avtur yang dibanderol Pertamina sebesar USD46,40 sen per liter untuk penerbangan internasional, sedangkan untuk penerbangan domestik sebesar USD51,4 sen per liter atau Rp7.114,35 per liter. Kemudian untuk not into aircraft delivery dibanderol Rp10.103,48 per liter atau setara USD73,02 sen per liter.(hel/okz)