Angkasa Pura 2

Pakar: Biaya Transportasi Capai 30% Dari Pendapatan Tiap Keluarga

KoridorKamis, 10 September 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Menjadi preseden buruk untuk layanan transportasi di daerah selama 5 tahun ke depan. Beban warga bertransportasi akan makin berat sebaliknya kemampuan dan daya beli masyarakat justru turun.

“Sekarang setiap rumah tangga di perkotaan menanggung 20% -30 % dari pendapatan tiap bulan untuk biaya transportasi,” papar pakar transportasi dan Ketua MTI Jawa Tengah, Djoko Setijowarno menjawab beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Menyimak dari pengalaman beberapa negara, lanjut dia, yang sudah dapat meringankan beban warga bertransportasi kurang dari 10% dari pendapatan pet bulan, seperti Singapura (2%-3%), Tiongkok (7%), Perancis (3%).

Pengadaan angkutan umum sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Meski sekarang Kemenhub sudah mempunyai program 3.000 bus yang akan dibagikan untuk 32 ibukota provinsi.

“Tapi ini belum memberikan harapan bagus, karena di daerah belum diterima dengan senang. Kepala daerah tidak banyak yang menyambut positif program ini. Mereka lebih senang jika ada program membangun jalan lingkat, tol, flyover/underpass, karena akan memberi efek finansial besar,” sebut Djoko.

Dikatakan, biaya pilkada yang mahal telah membikin kepala daerah realistis menerima program pemerintah pusat yang akan menguntungkan diri sendiri, dibandingkan padaa warga.

Program 3.000 bus, menurut Djoko, mengharuskan Pemda menyiapkan kelembagaan dan SDM yang handal pula di daerah. Dan itu bukan hal yang mudah disiapkan dalam waktu singkat, tapi hrs ada. Jika tidak, jangan berharap program ini akan dinikmati warga di daerah.

“Belajar dari program sejenis yang sudah dijalankan di 13 kota ssejak 2005, tak satupun yang bisa menjadi harapan. Sebaliknya malah menjadi beban, karena kesiapan kelembagaan dan SDM terlupakan sehingga target tidak tercapai bahkan gagal total.,” tegas Djoko.(helmi)

loading...