Angkasa Pura 2

Kabut Asap Makin Mengganggu Penerbangan Di Sumatera

Bandara KokpitMinggu, 13 September 2015
kabut asap

PEKANBARU (beritatrans.com) – Kebakaran lahan dan hutan kian meluas di Sumatera. Akibatnya, gangguan kabut asap ke sektor penerbangan di wilayah barat Indonesia ini makin parah. Beberapa bandara di Sumatera baru bisa didarati setelah siang hari, karena jarak pandang pilot sangat terbatas.

Sepanjang hari Sabtu kemarin, sedikitnya 833 titik panas yang membuat asap semakin menggila. Implikasinya, operasional bandara dan penerbangan ikut terganggu.

Data BMKG Pekanbaru menunjukan, sebaran titik panas paling banyak berada di Sumsel 621 titik panas. Menyusul Provinsi Jambi (100), Bangka Belitung (45), Riau (14), Lampung (25), Kepri (14), Sumbar (12), dan Aceh (1).

“Dari jumlah 833 diperkirakan 70 persen merupakan titik api,” kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin kepada detikcom, Sabtu (12/9/2015).

Imbasnya, kini Riau dikepung asap secara keseluruhan. Kondisi asap yang kian parah ini membuat jarak pandang terbatas hanya 100 meter di Pekanbaru. Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Inhu juga 100 meter.

“Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau cerah berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata pada siang atau sore hari terjadi di wilayah Riau bagian utara,” kata Sugarin.

Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pun ikut terganggu.
Beberapa penerbangan terpaksa harus dialihkan ke bandara lain seperti Kualanamu, Medan atau Minangkabau International Airport (MIA), Padang, Sumatera Barat.

Penumpang Menumpuk Di Padang

Sukamnofith Djulis, seorang pejabat di Kementerian Perhubungan saat dihubungi beritatrans.com, Sabtu (12/9/2015) malam mengisahkan, dia harus tertahan sampai malam di Bandara Padang, karena kondisi cuaca buruk. Kabut asap benar-benar mengganggu aktivitas penerbangan di Tanah Air.

“Beberapa penerbangan dari Pekanbaru atau Jabi banyak dialihkan ke Padang, karena cuaca buruk. Akibatnya, di bandara Padang makin ramai dan pesawat harus menunggu cuaca kembali normal sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara berikutnya,” kata Sukma lagi.

Sudah menjadi rahasia umum, jika ada satu penerbangan yang delay atau dibatalkan maka dampaknya akan terus terjadi ke beberapa penerbangan berikutnya. Bukan tidak mungkin masih berpengaruh pada penerbangan pertama hari berikutnya.

“Itulah yang saya alami di Padang malam ini. Karena pesawat datang terlambat di Padang, kita harus delay cukup lama. Semua itu terjadi karena sejak pagi penerbangan sudah delay dan dampaknya makin panjang sampai sore dan malam hari,” tegas Sukma.(helmi/dtc)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari