Angkasa Pura 2

Avtur Bukan Satu-Satunya Penyebab Harga Tiket Pesawat Terbang Mahal

Energi KokpitSenin, 14 September 2015
Sejumlah pesawat diparkir di Bandara Ahmad Yani, di Semarang, Jateng, Kamis (16/9).

JAKARTA (beritatrans.com) – Harga avtur di Indonesia bukan satu-satunya penyebabnya tingginya harga tiket pesawat terbang di Tanah Air. Pesawat asing mengisi avtur di negaranya juga bukan semata-mata karena harga avtur di dalam negeri yang mahal.

“Tapi, avtur dijual dengan harga international plus aneka pungutan baik pajak atau charge fee belaka,” kritik penganat energi Sofyano Zakaria di Jakarta, Senin (14/9/2015).

Selain itu, lanjutnya alasan maskapai asing mengisi di negaranya sendiri, karena jaraknya dekat dari Indonesia.
“Cadangan avtur pesawat tersebut cukup untuk bahan bakar pulang kembali ke bandara asal mereka. Akibatnya, banyak peswat tak isi bunker di Indonesia,” jelas,” ujar Sofyano lagi.

Dia juga memaparkan, publik mengetahui pengisian avtur di bandara Indonesia dilakukan penerbangan yang jauh jarak terbangnya dari bandara asal dan terbang secara langsung (direct).

Sofyano memberi contoh untuk pesawat Emirates dari Dubai ke Cengkareng dan Dubai ke Denpasar .

Menurut Sofyano semua penerbangan yang transit di Singapura, akan mengisi avtur disana karena harganya lebih murah daripada milik Pertamina.

“Tidak semua penerbangan internasional ke Indonesia transit ke Singapura apalagi jika dilakukan khusus untuk membeli avtur di Singapura,” ungkap Sofyano.

Sementara, Ketua YLKI Tulus Abadi menilai harga tiket pesawat terbang itu fluktuatif. “Selain karena faktor harga avtur, juga dipengaruhi kondisi baik saat peak atau low season,” katanya pada beritatrans.com, Senin.

Harga avtur saat ini memang turun, meski diakui tak semua tiket penerbangan juga diturunkan. “Tapi, bisnis penerbangan itu sudah dibuka ke makenisme pasar. Pemainnya juga banyak. Jika memang bermain dengan harga tinggi, maka cepat atau lambat akan ditinggalkan konsumennya,” tandas Tulus.(helmi)

loading...