Angkasa Pura 2

Menteri Susi Kecewa Terhadap Pengadilan Perikanan Ambon

Kelautan & PerikananSenin, 14 September 2015
images

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjituti merasa kecewa sekali terhadap Pengadilan Negeri Perikanan Ambon. Pasalnya sudah beberapa kali membebaskan kapal-kapal pelaku illegal fishing.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk menutup pengadilan perikanan tersebut.

“Pengadilan Perikanan Ambon yang saya resmikan, ternyata justru mengalahkan kita. Saya kecewa, saya minta pemerintah tutup saja itu Pengadilan Perikanan Ambon itu enggak perlu lagi,” ujar Susi di hadapan sejumlah pengusaha muda di kantor KKP, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Menurut Susi, sudah seharusnya Pangadilan Negeri Ambon menjerat para pelaku illegal fishing dengan UU Perikanan yang berat dan bukan hanya hukuman denda. Hal itu, kata dia, yang membedakan pengadilan perikanan dengan pengadilan umum.

“Karena kita tidak bisa mengadili kalau di luar pengadilan. Pengadilan perikanan itu kalau pasal perikanannya tidak kena, ya lolos itu kapalnya. Tapi kalau pengadilan umum pasal perikanannya kalah bisa kita jerat pasal korporasinya,” kata dia.

Pertama, kekecewaan Susi bermula dari keputusan Pengadilan Perikanan Ambon melepas Kapal MV Hai Fa, kapal ikan terbesar yang pernah ditangkap aparat keamanan Indonesia. Proses hukum kasus itu otomatis terhenti karena Kejaksaan Tinggi Maluku tidak mengajukan upaya hukum lanjutan.

Sebelumnya, putusan Pengadilan Tinggi (PT) Maluku menguatkan putusan Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Ambon. Dalam putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap itu, Zhu Nian Le, nakhoda kapal, hanya diganjar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kedua, kekecewaan Susi muncul karena Pengadilan Perikanan Ambon hanya mendenda Rp 100 juta terhadap lima kapal milik PT Sino yang sudah sangat jelas melakukan aksi illegal fishing di perairan Indonesia.

Misalnya kata dia, kapal Sino 15, 26, dan 27 tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). ia meminta pemerintah untuk menutup pengadilan perikanan tersebut. (Wahyu)

loading...