Angkasa Pura 2

Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota IMO 2016-1017

DermagaSelasa, 15 September 2015
IMG-20150915-WA022

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) bertanggung jawab di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Untuk itu, Kemenhub berusaha tetap menjaga eksistensi Indonesia sebagai anggota organisasi maritim dunia atau International Maritime Organization (IMO) untuk periode 2016 -2017.

“Selama ini Indonesia masuk menjadi anggota IMO kategori C karena memiliki kepentingan khusus dalam angkutan laut terutama dari aspek keselamatan dan keamanan pelayaran,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Capt. Bobby menjelaskan, dalam upaya menjaga keberadaan di IMO, pemerintah Indonesia melakukan diplomatic reception bersama para Duta Besar/perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta, hari ini.

“Bapak Menteri Perhubungan Ignasius akan bertindak sebagai host dalam diplomatic reception, sebagai upaya pendekatan kepada negara-negara lain untuk memberikan dukungannya kepada Indonesia saat pemilihan di Sidang Majelis IMO nanti,” kata Capt. Bobby yang didampingi oleh Kabag Hukum Ditjen Hubla Adi Karsyaf dan Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata.

Sidang Majelis atau Assembly IMO yang ke-29 akan dilaksanakan pada 23 November hingga 2 Desember 2015 di London, Inggris.

Capt. Bobby mengaku hingga saat ini Indonesia telah menerima dukungan dari beberapa negara, baik dalambentuk dukungan unilateral, saling dukung di Dewan IMO dan pemanfaatan pengaturan saling dukung di organisasi internasional lainnya.

Diplomatic reception diperkirakan dihadiri oleh 150 undangan. Sedangkan tim Lobi berasal dari instansi pemerintah terkait, BUMN, asosiasi, pejabat eselon 1,2,3, dan 4 Kementerian Perhubungan, serta perwakilan dari Komisi V DPR RI.

Sebelumnya, pada periode 2014 – 2015 Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota Dewan IMO kategori C dengan mendapatkan 132 suara dari 154 suara yang masuk. Pemerintah Indonesia juga sudah berperan aktif dalam IMO sejak 1961.

Menurut Bobby, menjadi anggota IMO itu tidak bisa dianggap enteng. Selain faktor sejarah yang panjang, dengan menjadi anggota IMO dapat memberi manfaat positif bagi Indonesia.

“Indonesia akan semakin mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai negara maritim yang besar. Apalagi Presiden Joko Widodo bertekad menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Capt. Bobby. (aliy/wepe)