Angkasa Pura 2

Soal Penanganan Kabut Asap

Menteri LHK: Belum Ada Rencana MoU dengan Malaysia

Lingkungan & KehutananSelasa, 15 September 2015
IMG_3348

JAKARTA (beritatrans.com) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengungkap pihaknya (Kementerian LHK) belum melakukan pembicaraan secara substantif apapun sebelumnya dengan Pemerintah Malaysia terkait rencana penandatanganan MoU soal Penanggulangan Kabut Asap.

“Belum ada pembicaraan apapun sebelumnya soal itu (MoU),” ujar Menteri saat dikonfirmasi beritatrans.com, kemarin.

Menteri juga menyebut kalaupun ada pembahasan harus dibicarakan dulu dengan Kementerian Luar Negeri.

“Belum bertemu karena belum pernah dibicarakan isinya. Kita saat ini sedang sibuk kerja di lapangan. Selain itu juga substansi pertemuan harus dibahas dengan Kemenlu,” ujar Menteri Siti.

Sebelumnya diungkap Malaysia dan Indonesia segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menangani masalah kabut asap yang sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu.

Untuk itu, Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar, Datuk Seri Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan, ia akan menemui rekan sejawatnya di Indonesia pada 18 September untuk membicarakan isi MoU tersebut.

“MoU baru ini akan digunakan untuk tempo lima tahun,” katanya seperti dikutip Bernama.

Sebelumnya, Indonesia menandatangani Perjanjian ASEAN mengenai pencemaran kabut asap melintasi perbatasan pada 2013, setelah kawasan ini dilanda kabut asap paling parah pada 1997.

Kebakaran hutan terjadi setiap tahun di Indonesia yang dikatakan sebagai penyebab kabut asap di Asia Tenggara, terutama Malaysia dan Singapura.

Riau Darurat Asap
Sementara itu kondisi asap yang memenuhi udara Riau dan sekitarnya membuat Pemerintah Provinsi Riau menyatakan Darurat Asap di wilayah tersebut.

Diakui Menteri Siti Nurbaya, pemerintah pusat pun terus mengikuti perkembangannya.

Kepala BNPB disebutnya mengunjungi Riau kemarin. “Diketahui asap datang dari selatan yaitu Jambi dan Sumsel. Saya ikuti dari ke jam ke jam asapnya. Saya juga sudah bicara dengan Gubernur dan pimpinan daerah/muspida. Riau memang darurat kabut asap. Gubernur sudah sebarkan posko-posko kesehatan di tengah masyarakat,” ujar menteri.

Menteri menembahkan saat ini sudah dikerahkan 20 unit pesawat untuk waterbombing dan cloud seedling.

“Pesawat itu sudah tumpahkan 18 juta liter air di Riau dan 12 juta liter di Sumsel dll. Juga sudah ditabur garam untuk hujan buatan sebanyak 120 ton di Riau dan 56 ton di Sumsel dan Jambi. Ada pengerahan TNI sebanyak 1050 personil dan sudah di lapangan,” papar menteri. (fenty)