Angkasa Pura 2

Rizal Ramli Minta Pertamina Turunkan 12 Persen Harga Avtur

Energi KokpitSelasa, 15 September 2015
tmp_18246-IMG_20150915_144304278681838

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai PT Pertamina (Persero) sudah sewajarnya menurunkan harga avtur di Tanah Air. Pasalnya, harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal sekitar 22 persen dibandingkan harga internasional.

“Memang harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional, 122 persen dari harga internasional,” tutur Rizal ketika ditemui di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Selasa (15/9).

Mantan Menteri Perekonomian era Gus Dur ini mengungkapkan Pertamina seharusnya bisa melakukan efisiensi untuk menekan harga jual avtur paling tidak 12 persen dari harga jual saat ini.

tmp_18246-IMG_20150915_1443001723326321

Sebagai informasi, Pertamina Aviation membanderol harga avtur untuk penerbangan domestik sebesar Rp 7.191,56 per liter dan untuk penerbangan internasional US$ 45,9 sen per liter untuk periode penjualan sampai 30 September 2015.

“Memang ada komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dari harga avtur saat ini tapi mestinya harga avtur itu bisa dikurangi paing tidak 12 persen ya,” kata Rizal.

Rizal menilai Pertamina akan merugi apabila nantinya maskapai tidak lagi membeli avtur apabila ada perusahaan swasta lain yang masuk ke bisnis tersebut.

“Pertamina ambil inisiatif lah (untuk menurunkan harga). Jangan jual terlalu mahal karena kalau misalnya nanti belinya bukan dari Pertamina, dia (Pertamina) yang merugi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menyatakan niatnya untuk mengajak pemasok avtur swasta ikut bersaing di Tanah Air. Dengan demikian, pasokan avtur di bandara besar maupun kecil tidak lagi dikuasai oleh Pertamina.

“Kalau nanti misalnya Pertamina mau berhenti (memasok avtur bandara kecil) ya saya masukkan saja yang bukan Pertamina ke sana,” kata Jonan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/9) kemarin. (sunber: cnnindonesia.ckm)

loading...